alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Mau Dukungan PKB, Ini Waktu Daftarnya

MATARAM-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersiap-siap menyambut Pilkada serentak 2020. DPW PKB NTB, nantinya akan membuka Desk Pilkada di masing-masing kabupaten/kota. Fungsinya untuk menjaring kandidat yang akan diusung PKB.

Selain itu, Desk Pilkada juga sebagai pusat koordinasi pemenangan partai. “Kita buka September-Oktober,” kata Sekretaris DPW PKB NTB, Akhdiansyah.

Waktu itu dipilih, sebab momennya bersamaan dengan tahapan Pilkada 2020. Selain itu, perhatian kader saat ini masih tecurah pada persiapan Muktamar di Bali. Baru akan fokus menatap Pilkada setelah Muktamar usai.

“Muktamar PKB Agustus akhir (20 Agustus),” terangnya.

PKB NTB membuka diri. Pada figur kader maupun non kader. Selama punya potensi besar untuk menang dalam pilkada di tujuh kabupaten/kota NTB, PKB siap mendukung. Potensi harus dibuktikan dengan hasil survei, lembaga terpercaya.

“(Penentuan yang diusung) ada mekanismenya,” jelasnya.

Karenanya setiap kandidat calon dipersilakan mendaftar. Lalu mengikuti mekanisme yang telah diatur partai. Sampai akhirnya nanti, PKB menentukan dan memberi mandat mengusung salah satu figur.

Sementara, itu sebelumnya juga PPP NTB berpeluang lebih dulu membuka Desk Pilkada. Partai berlambang Kabah ini, berencana membuka Desk Pilkada awal Agustus.

“Insya Allah, Agustus,” kata Muhammad Akri, sekwil DPW PPP NTB.

Seperti halnya PKB, PPP pun membuka kesempatan pada tokoh baik dari internal partai atau non kader. Namun, PPP lebih mengutamakan kader sendiri. Hanya saja, bila peluang itu menyempit, maka partai akan realistis dengan mendukung calon lain.

“Tapi syaratnya ya tentu berpotensi menang, karena kita tentu ingin menang,” tegas Akri. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks