alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

HRF : Smart City itu Kunci!

MATARAM- Kandidat Calon Wali Kota Mataram H Rohman Farly (HRF) mengaku punya formula jitu dalam membangun Mataram. Yakni mengkolaborasikan kemajuan teknologi dengan pembangunan kota.

“Saya lihat  Mataram sudah mengadopsi Smart City,” kata HRF.

Hanya saja, ia melihat sistem Smart City yang ada kontribusinya masih nihil. Baru perangkatnya saja yang sudah siap. Tapi belum bisa dimanfaatkan memaksimalkan pembangunan di sektor pelayanan, perekonomian, industri kreatif, dan partisipasi publik.

“Apa sistem itu mau jadi tontonan saja?” ujarnya.

Menurutnya perlu gerak cepat menangkap dan memanfaatkan teknologi. Menjadikanya bagian dari kemajuan pelayanan daerah. “Saat inilah momentum paling baik,” tegasnya.

Putra asli Mataram ini lalu menyampaikan gagasan pembangunan untuk mempercepat konsep smart city bermanfaat bagi daerah. Pembangunan akan dimulai dari revitalisasi ruang publik.

“Ruang publik saat ini sudah cukup baik, tapi perlu sentuhan inovasi yang lebih kekinian,” imbuhnya.

Ruang-ruang publik seperti taman kota perlu ditata lebih cantik lagi. Dilengkapi dengan fasilitas cerdas seperti free wifi, taman bermain anak, hingga perpustakaan. Selain itu, taman harus mengakomodir lapak bagi UMKM.

Mengapa harus ada lapak? Karena merupakan mata rantai dari partisipasi publik.

“Tempat yang indah dan nyaman, serta dekat dengan tekonologi merupakan kebutuhan keluarga milenial,” tegasnya.

Gagasan ini disampaikan HRF, saat bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat di Kota Mataram. HRF juga menerima banyak masukan dari masyarakat, tentang harapan mereka bagaimana Mataram di masa yang akan datang.

“Dengan layanan wifi gratis, anak muda bisa membuka informasi dunia di mana saja di semua sudut-sudut dan taman-taman kota,” ujarnya.

Semua bisa dilakukan dalam kondisi santai, riang, dan suasana menyenangkan. Tentu dengan hadirnya sentra UMKM di sekitar taman. Bagi HRF inilah yang disebut ruang publik cerdas.

“Di kawasan lingkar selatan dan utara, masih butuh sentuhan kreatif dan inovatif,” imbuhnya.

Seperti di kawasan kuliner ikan bakar di sekitar Taman Loang Baloq. Demikian pula sentra kuliner khas Lombok di lingkar utara. Kawasan-kawasan itu perlu dilengkapi dengan layanan teknologi memadai. Sehingga denyut pembangunan ibu kota lebih sesuai dengan peradaban teknologi masa kini.

“Sekecil apapun sebuah langkah permulaan yang nyata, menentukan perkembangan gagasan selanjutnya,” tadas HRF yakin. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks