alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Ketua Tim BARU: Hasil Survei Semua Berpeluang

MATARAM-Hasil survei internal H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (BARU) telah keluar. Mereka menunjuk Roda Tiga Konsultan (RTK) sebagai konsultan politik.

Hasil itu telah diterima Tim Pemenangan BARU dan Partai Koalisi. “Elektabilitas BARU sangat progresif, sekarang posisi semua berpeluang (menang),” kata Ketua Tim Pemenangan BARU H Zainul Aidi sembari tersenyum puas, Minggu (22/11/2020).

Namun, Zainul memilih merahasiakan hasil survei. Mengingat hasil itu masih dinamis, juga tidak punya dampak secara politik. “Tidak untuk diekspose, untuk apa? Membuat calon lain putus asa? Nggak mungkin itu,” ujarnya.

Hasil saat ini masih bersifat sebagai bahan strategi dan taktik di lapangan. Belum final memperlihatkan hasil 9 Desember nanti. “Karena strategi tentu kita juga tidak ekspose,” ulasnya.

BARU juga ingin menjaga etika politik. Jangan sampai klaim-klaim kemenangan dengan hasil survei, justru memperuncing tensi politik antar paslon. “Di kubu lain itu saudara kami semua, tidak ada musuh yang ada adalah patner berkompetisi,” katanya sejuk.

Ibu Kota Mataram tidak butuh pemimpin yang memelihara permusuhan. “Karena yang kita cari bukan pemimpin perang, tetapi pemimpin pembangunan,” pungkasnya.

Di lain sisi, Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Mataram L Pujo Basuki telah berdiskusi dengan para anggota KAHMI dan kader HMI di Mataram. Dari hasil diskusi itu, Basuki mengatakan keluarga besar HMI akan mencari pempimpin yang punya ilmu dan kemampuan menata kota. “Mari kita bicara secara holistik pembangunan akhir-akhir ini di kota terkesan mengalami kejumudan,” katanya.

Maka pemilih ibu kota harus mencari pemimpin yang mampu menerobos kemandegan ini. “Mataram punya moto, Maju, Religius, dan Berbudaya, mengapa itu tidak jadi pijakan?” imbuhnya.

Pemimpin Ibu Kota Mataram tidak hanya yang pandai membangun secara fisik. “Tetapi harus punya konsep juga,” tegasnya.

Dia membayangkan akan hadir kelak pemimpin ibu kota yang mampu mengemas konsep enam kecamatan di Kota Mataram. “Biasanya yang punya konsep kuat merancang itu yang punya profesi arsitek,” detailnya.

Mengapa arsitek? Karena hasil mereka terbukti dan secara keilmuan mumpuni. Contohnya presiden pertama Indonesia Ir Soekarno rupanya seorang arsitek. Begitupun Wali Kota Surabaya Ir Tri Rismaharini juga ternyata arsitek. Begitu juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang ternyata seorang arsitek juga.

Jadi bukan karena gender, trah politik, atau kekuatan finansialnya. “Tetapi sekali lagi karena keilmuannya,” tegasnya.

Di tangan arsitek, KAHMI berharap akan ada perubahan besar dan fundamental di Kota Mataram. Misalnya untuk 6 kecamatan di Kota Mataram dibangun berdasarkan ciri khas masing-masing. “Enam kecamatan misalnya jadi 6 cluster khas, ada kecamatan yang memiliki keunggulan bunga-bunga, ada yang unggul di penataan kolam ikan, dan lain sebagainya,” katanya mencontohkan.

Pembangunan cluster pun tidak sekadar untuk dibangun dari sisi fisik. “Tetapi harus ada sentuhan arsitekturnya sehingga secara karya seni dan budaya juga masuk di dalamnya,” tegasnya.

Basuki berharap masyarakat dapat memilah secara jernih kemampuan masing-masing paslon. Sehingga jangan sampai 5 tahun ke depan pembangunan di Kota Mataram terkesan mandeg, sekalipun ada nampak pembangunan fisik. “Ya silakan warga kota memilih mana yang punya kemampuan di bidang arsitek itu,” pungkasnya. (zad/adv)

 

 

 

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks