alexametrics
Rabu, 30 November 2022
Rabu, 30 November 2022

Klaim Unggul Survei, PKS Optimis Zul-Rohmi Jilid II

MATARAM-Kabar masa jabatan Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah tidak akan lama lagi duduk sebagai Ketua DPW Partai NasDem NTB tak mempengaruhi penilaian PKS, bahwa Rohmi masih sangat cocok sebagai pasangan Dr H Zulkieflimansyah.

Hal ini diungkapkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) PKS NTB Sambirang Ahmadi. Politisi Sumbawa itu mengatakan ketokohan Rohmi tidak dilihat dari perannya saat ini sebagai nakhoda partai NasDem di NTB. “Bu Rohmi ini kan tokoh ormas (NWDI, Red),” katanya, kemarin (21/11).

Rohmi dipandang sebagai figur yang kuat di tengah masyarakat. Terutama dalam perannya di ormas NWDI. “Jadi kita melihat sebagai representasi tokoh yang sudah diakui. Tidak melihat dari partai mana,” tekannya.

Saat diputuskan menjadi pasangan Dr Zul di Pilgub 2018 lalu, posisi Rohmi juga bukan pimpinan partai. Tetapi representasi kalangan akademisi. Hasilnya publik mempercayakan pasangan ini menduduki kursi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk periode 2018-2023.

Pada contoh lainnya lagi, banyak figur yang muncul sebagai pemimpin juga bukan kader partai. “Itu sebagai contoh, bahwa tidak mesti orang partai,” ulasnya.

Baca Juga :  Survei Laboratorium Suara Indonesia Ungkap Tren Positif Golkar-Airlangga

Digaris bawahi pendapat ini bukan dalam posisi mengomentari urusan rumah tangga partai lain. Hanya saja, menekankan dasar mempertimbangkan Rohmi sebagai pasangan Dr Zul di periode berikutnya masih diletakkan pada kerangka ketokohan Rohmi di publik NTB.  “Karena beliau tokoh ormas,” tekannya.

Lebih-lebih hasil survei internal yang dilakukan PKS, memperlihatkan angka yang sangat meyakinkan menatap Pilgub 2024. Dalam simulasi Zul-Rohmi berpasangan, hasilnya memperlihatkan, selalu merajai survei. “Sejauh ini hasil survei beberapa kali selalu top ranking,” ungkapnya.

Pada awak media, Sambirang mempersilakan informasi itu ditafsirkan lebih lanjut. Baik untuk peluang Zul-Rohmi tetap bersama hingga kans memenangi lagi Pilgub 2024. “Bisa disimpulkan sendiri, tidak ada keraguan di dalamnya,” ujarnya sembari tersenyum.

Masa jeda kepemimpinan yang cukup lama tak membuat pihaknya risau. Begitu juga peluang Penjabat (Pj) Gubernur, membasuh pengaruh Zul-Rohmi. “Saya kira wajar saja orang menilai seperti itu, namanya juga ada pergantian suasana,” katanya.

Baca Juga :  Soal Hobah Aset, Wali Kota Matarak dan Gubernur Diminta Duduk Bersama

Tapi pihaknya berkeyakinan, dasar argumentasi seseorang memilih bukan pada siapa orangnya. Tetapi intensitas turun ke tengah masyarakat dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya. “Kan daya terima kita tidak tergantung pada siapa yang memimpin, tapi kekuatan kita turun ke lapangan,” ujarnya.

Sehingga ia meyakini rutinnya Dr Zul turun dan menyapa masyarakat selama ini akan berpengaruh besar dalam menentukan arah pilihan publik di Pilgub 2024. Sehingga masa jeda dianggap bukan ancaman. “Justru itu peluang dan kesempatan kita (untuk lebih intens turun lagi ke masyarakat),” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPW PKS NTB H Yek Agil mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mengatasi masa jeda kepemimpinan hingga Pilgub 2024. Mengingat Zul-Rohmi sudah harus turun takhta pada September 2023 nanti. “Tapi seperti apa strategi kita itu tentu rahasia, tidak bisa kita ungkap pada publik,” katanya. (zad/r2)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks
/