alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

DPP PKS Sebut Dr Zul Tetap Berpeluang Nyapres

MATARAM-Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan peluang semua tokoh PKS untuk tampil di Pilpres 2024 masih terbuka.

Saat ini PKS memang tengah fokus melaksanakan amanat hasil rapat Dewan Syura PKS ke 6 yang memutuskan membangun ketokohan Dr Salim Segaf Al Jufri.

“Itu hasil keputusan majelis Syura ke 6, tetapi tidak kemudian serta merta diusung sebagai Capres atau Cawapres,” katanya, kemarin (22/6).

Menurut Ahmad Syaikhu ada beberapa alasan yang membuat nama Dr Salim belum final diusung di Pilpres 2024.

Antara lain, pertama, belum ada koalisi permanen yang berhasil dibangun PKS. Sehingga situasi politik juga masih sangat dinamis.

“Siapa yang diusung, nanti kita sepakati dengan partai yang lain,” imbuhnya.

Paling tidak PKS membutuhkan teman koalisi 2-3 partai dengan penguasaan suara yang besar. Baru dapat bicara lebih banyak kemungkinan mendorong figur internal PKS sebagai capres atau cawapres.

“Sekarang belum terbentuk koalisi permanennya, PKS saat ini memang belum mewah banget baru 8,21 persen(penguasaan suara),” jelasnya.

Kedua, Dr Salim, belum teruji popularitas dan elektabilitasnya sejak diputuskan untuk dijadikan tokoh nasional partai. Nantinya secara berkala ketokohan Dr Salim akan dievakuasi secara ilmiah melalui proses survei.

“Nanti akan ada rapat Dewan Syura ke 7 untuk melihat lagi (peta politiknya),” jelasnya.

Baca Juga :  Empat Ribu Siswa Mataram Jadi Pemilih Pemula di 2024

Sehingga setelah melihat hasil survei Majelis Syura membuat keputusan baru, maka peluang untuk memunculkan figur alternatif masih terbuka.

“Sangat mungkin muncul, setelah dikaji majelis Syura ke 7, evaluasinya dilakukan setiap 6 bulan, kita bisa saja munculkan tokoh yang lain. Bisa saja Bang Zul (Dr Zulkieflimansyah, Red), Kang Aher, pak Irwan Prayitno,” ungkapnya.

Tiga nama itu menurutnya punya kans besar menjadi calon alternatif. Lebih-lebih memiliki pengalaman yang mumpuni sebagai Gubernur di masing-masing wilayah.

“Bang Zul saat ini Gubernur NTB, Kang Aher (Ahmad Heryawan, Red) mantan Gubernur Jawa Barat, Pak Irwan mantan Gubernur Sumatera Barat,” terangnya.

Keputusannya nanti juga akan dipengaruhi oleh kondisi secara geopolitik. Bila calonnya merupakan tokoh dari pulau Jawa, maka kemungkinan tokoh pendampingan dari luar pulau Jawa.

Sementara itu dimintai tanggapannya tentang Dr Zul, mantan Wakil Wali Kota Bekasi itu memuji Zul setinggi langit.

“Bang Zul saya salut dan apresiasi, mampu membangun komunikasi yang baik (dengan semua tokoh) di seluruh negeri,” pujinya.

Perannya mengawal kebijakan pembangunan pemerintah pusat juga dianggap sukses. Terutama untuk mengawal perhelatan MotoGP 2022 Mandalika.

“Kalau mau membandingkan, beberapa proyek strategis pemerintah pusat dari kereta api cepat, jalan, dan lainnya belum ada yang terlihat membanggakan di Internasional,” katanya.

Baca Juga :  Coblos Lima Surat Suara, Masyarakat Butuh Sosialisasi

Tetapi berbeda halnya dengan Sirkuit Mandalika yang dibangun pemerintah pusat di NTB. Menurutnya pengawalan terbaik dilakukan Gubernur Zul yang juga kader PKS, sehingga event itu dapat terselenggara dengan maksimal.

“Sekarang Indonesia, dikenal seluruh dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKS NTB Yek Agil mengatakan kegiatan yang dihadiri presiden PKS itu dalam rangka merapatkan barisan.

“Kita ingin menyatukan frekuensi untuk menyongsong Pemilu dan Pilpres 2024, di semua tingkatan mulai dari DPW, DPD, DPC hingga pengurus paling bawah,” terangnya.

NTB diharapkan menjadi salah satu lumbung suara untuk meningkatkan performa PKS secara nasional.

“Tentu kita akan berikhtiar semaksimalnya, agar target NTB menjadi lumbung suara dapat terpenuhi,” ujarnya.

DPP mengamanatkan pengurus di DPW, DPD, DPC, dan tingkatan di bawahnya menggunakan strategi silaturahmi dalam memperkuat fondasi politik.

“Misalnya di DPW membangun komunikasi dan silaturahmi dengan Gubernur, Danrem, Kapolda, dan lainnya,” jelasnya.

Begitu juga linier untuk tingkatan di bawahnya. Membangun komunikasi dengan aparat pemerintah di levelnya.

“Kalau target nasional PKS itu bisa 15 persen suara nasional,” pungkasnya. (zad/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/