alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Pilwali Mataram, PDIP dan PKS Mulai Panaskan Mesin

MATARAM-PDI Perjuangan dan PKS mulai memanaskan mesin partai menyambut pemilihan wali kota Mataram 9 Desember 2020. Menyusul tuntasnya SK calon kepala daerah, kedua partai mulai menguatkan komitmen dan membangun kesepahaman untuk memenangkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Mataram Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan.

Pertemuan resmi pertama PDI P dan PKS untuk pilkada Kota Mataram tersebut digelar kemarin malam (23/6). Kali ini yang bertindak sebagai sahibulbait adalah PKS Kota Mataram. Selain bakal calon wali kota dan wakil wali kota, hadir pula Ketua DPD PDI P H Rachmat Hidayat bersama sejumlah fungsionaris DPD dan DPC PDIP Kota Mataram.

Sedangkan dari PKS, hadir anggota pleno DPD terdiri dari struktur inti, ketua fraksi PKS DPRD Kota Mataram, serta Ketua DPD PKS Mataram Ahmad Jafri.

“Pasangan Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan, siap berjuang bersama rakyat,” kata Rachmat Hidayat terkait kesiapan kandidat pertama yang telah mengantongi  tiket menuju Pilkada Kota Mataram ini.

DPP PKS sudah menerbitkan SK untuk Selly-Manan pada 13 Maret. Sementara DPP PDIP telah menerbitkan SK lebih dahulu untuk pasangan ini pada Februari.

Di tempat yang sama, bakal calon Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani mengatakan, pertemuan tersebut merupakan langkah PKS dan PDI P untuk menyamakan persepsi dengan calon kepala daerah yang sudah memperoleh mandat partai.

“Pertemuan ini lebih pada kesiapan partai dan pasangan calon untuk mendaftar ke KPU Mataram,” kata Selly.

Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 tersebut menegaskan, dirinya dan TGH Abdul Manan telah siap lahir batin. “Kalau memang besok KPU sudah buka pendaftaran, insya allah saya dan pak TGH Manan akan daftar, tapi kan belum,” katanya.

Karena itu, kerja-kerja partai dan tim pemenangan dimulai dengan membangun kesapahaman parpol pengusung dan calon kepala daerah terlebih dahulu.

Hajjah Selly menegaskan, pertemuan resmi kali pertama tersebut akan terus berlanjut sambil mempersiapkan tim pemenangan yang solid antar kedua parpol. Ia menegaskan jika koalisi PKS dan PDIP sudah lebih dari cukup untuk mengusung kandidat.

“Sementara, cukup dua parpol saja. Kalau pemenangan pemilukada nanti itu urusan masing-masing ketua partai. Pastinya, pertemuan intensif akan terus kita lakukan,” kata birokrat Pemprov NTB yang terkenal kaya inovasi ini.

Sebelumnya Ketua Pemenangan Wilayah PKS NTB Zulkieflimansyah juga sudah pula menyosialisasikan arah dukungan DPP PKS di Pilkada Mataram pada saat dirinya turun menyerahkan paket bantuan pada masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah Pamotan, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram pada Ahad (14/6) petang lalu.

“Insya Allah selaku ketua tim pemenangan pemilu PKS NTB, saya akan turun langsung untuk memenangkan para calon kepala daerah yang diusung PKS,” kata Zul yang juga merupakan Gubernur NTB ini.

“Jadi turunnya saya juga ada waktunya. Pokoknya tunggu saja,” tegas orang nomor satu di NTB ini melanjutkan.

Dia menegaskan, pokoknya, koalisi PKS dan PDIP itu unik. Karena dua parpol ini memang punya basis massa masing-masing. “Sehingga, dalam memenangkanya sangat enak,” kata Gubernur. (kus/r6/adv)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks