alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Kursi Ketua Dewan, Milik Siapa?

MATARAM-Partai Golkar, Partai Gerindra, dan PDIP mengisi kompisisi pimpinan dewan di DPRD Kota Mataram. Golkar dengan sembilan kursi menempati posisi ketua. Sedangkan Gerindra dan PDIP mengisi wakil ketua.

Lantas siapa saja yang diutus partai mengisi pimpinan dewan? Usut punya usut. Baru hanya Gerindra yang mengerucut menunjuk nama kader yang isi pimpinan dewan.

“Iya (saya)” kata Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram, I Gede Sudiarta.

Gerindra telah melewati mekanisme pemilihan wakil ketua di internalnya. Mulai dari merumuskan tiga nama, kemudian mengajukan ke DPD Partai Gerindra NTB. Selanjutnya oleh DPD diteruskan lagi ke DPP Partai Gerindra.

“Sudah ditindaklanjuti DPD, hasil ini mengerucut pada ketua Partai,” terang Sudiarta.

Sebelumnya pada tahun 2014 hingga 2019 kursi pimpinan dewan yang diraih Gerindra diberikan pada H Muhtar. Terpilihnya Sudiarta merupakan penyegaran kader yang duduk di sana.

Begitu halnya dengan PDIP. Juga berpeluang berubah. Kursi wakil ketua yang diperoleh PDIP tahun 2014-2019 diisi oleh I Wayan Sugiarta yang juga ketua DPC PDIP Kota Mataram. Hanya saja, posisi Wayan telah digantikan Made Selamet saat konfercab PDIP se-NTB kemarin.

Masuknya Made sebagai Ketua DPC PDIP Kota Mataram menarik. Spekulasi yang beredar ini strategi dalam rangka menghadapi Pilwali Mataram 2020. PDIP disebut-sebut akan mengusung Hj Putu Selly Andayani sebagai kandidat calon wali kota.

Masuknya Made yang juga ketua Bappilu PDIP NTB dinilai sebagai langkah memperkuat politik partai di Kota Mataram. Sedangkan Wayan ditugaskan untuk mengisi wakil ketua bidang di DPD PDIP NTB.

Kembali ke siapa yang berpeluang duduk sebagai wakil ketua DPRD Kota Mataram dari PDIP. Jika melihat dari sisi jabatan Nyayu lebih berpeluang. Nyayu merupakan Sekretaris DPC PDIP. Sedangkan Made, tidak mungkin duduk di posisi itu sebab ia anggota DPRD NTB.

Saat dikonfirmasi hal ini, Nyayu tertawa. “Siapa yang sebar isu ini,” kata Nyayu.

Sekalipun demikian ia tak menepis peluang itu. Nyayu hanya mengatakan sebaiknya menunggu hasil resmi. Yakni pelantikan ketua dan wakil di DPRD Kota Mataram.

Saat ini ia mengaku masih fokus mendampingi perjuangan Baiq Nuril Maknun untuk mendapatkan amnesti dari presiden.

“Yang penting saya kerja-kerja saja, saat ini saya masih di DPR RI, dampingi Bu Nuril dan anaknya minta pertimbangan DPR. Semoga ini hadiah bagi anaknya di hari anak nasional nanti,” kata Nyayu.

Lalu siapa yang akan diusung Golkar mengisi kursi ketua? Sejauh ini Golkar masih tertutup siapa kader yang akan menduduki kursi Ketua DPRD Kota Mataram. Yang paling berpeluang sejauh ini baru Didi Sumardi.

“Yang jelas Golkar ada mekanisme, nanti ada nama-nama yang diajukan,” kata Ketua DPD II Golkar Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Namun Mohan belum mau mengungkapkan nama yang berpeluang duduk di kursi pimpinan DPRD Kota Mataram. Dari kabar kasak kusuk internal, Mohan lebih condong ada regenerasi pimpinan dewan dari Golkar. Salah satu yang didorong adalah TGH Mujiburrahman.  Hanya saja, Mujib dikabarkan tak tertarik sama sekali dengan jabatan ketua.

“Beliau tidak mau waktu dakwahnya terganggu,” kata sumber disekitar Mujib. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks