alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Bongkar-bongkar “Dosa” Jelang Musda, Lale Kuning Bela Ahyar Abduh

MATARAM-Anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar Provinsi NTB Lale Suryatni atau lebih tenar disapa Lale Kuning menemui H Ahyar Abduh di Pendopo Wali Kota Mataram, Rabu malam (22/7).

Pertemuan itu seputar persiapan Musda Golkar Provinsi NTB. “Saya dapat banyak nasihat dari beliau,” ungkap Ahyar, Kamis (23/7).

Silaturahmi tokoh BonJeruk, Praya, Lombok Tengah (Loteng) itu menambah motivasi Ahyar tampil dalam pemilihan ketua DPD Partai Golkar NTB. Terutama guna memastikan proses pemilihan ketua DPD melalui mekanisme musyawarah mufakat. “Beliau berkenan datang jauh-jauh dari Praya, sungguh kehormatan bagi kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Lale Kuning mempersilakan kader-kader terbaik Golkar tampil di pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTB. “Termasuk beliau (Ahyar, Red) tentu sangat berhak dan layak. Dalam catatan politik dan kiprahnya sebagai Wali Kota beliau bersih,” terangnya.

Terkait “dosa” Ahyar yang dianggap pernah melawan perintah partai bagi Lale Kuning itu bukan kesalahan fatal. “(Buktinya) beliau tidak dipecat oleh partai,” ujarnya.

Lagipula kata Lale Kuning, tidak hanya Ahyar yang pernah melakukan “dosa” pada partai. “Ya pak Suhaili juga pernah,” imbuhnya.

Peristiwa itu terjadi pada tahun 2010. Saat Suhaili duduk sebagai wakil ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTB pernah pula melawan perintah partai.

Suhaili saat itu maju sebagai Calon Bupati Loteng. Padahal yang menerima SK Golkar, Ketua DPD Golkar Kabupaten Loteng Lalu Wiratmaja atau akrab disapa Mamiq Ngoh. “Saya tidak berpihak pada siapapun. Silakan kader-kader terbaik tampil, saya hanya berpihak pada keadilan,” tegasnya.

Para kandidat diminta tidak menempuh langkah politik menghalalkan segala cara. Jika ingin perubahan lebih besar bagi Golkar maka harus menempuh cara yang baik.

Menurutnya, cara yang baik meniscayakan lahirnya pemimpin yang baik. “Semua ini demi kebaikan partai Golkar,” kata Mantan Anggota DPR RI Dapil NTB 1 itu.

Tak hanya itu Lale Kuning menanggapi seputar struktur Organizing Committee (OC) dan Steering Committee yang dikabarkan diisi oleh pro Suhaili. Mertua dari Sekda NTB HL Gita Aryadi itu menilai, SC dan OC tidak bisa mengatur ritme politik Musda untuk mengganjal kader yang berhak tampil.

AD/ART partai telah memberi rule of the game dalam pemilihan. “Ya tidak bisa dong, kan ada AD/ART sebagai landasan. Nanti juga DPP pasti ikut mengawasi (kerja SC dan OC),” ulasnya.

Lale Kuning mengkritisi pula pendapat Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Provinsi NTB H Mesir Suryadi yang terlalu dini mengambil kesimpulan terkait rencana pencalonan Ahyar. “Kalau pendapatnya pribadi sih tidak apa-apa, tetapi kalau mengatasnamakan Dewan Pertimbangan tentu tidak bisa,” tegasnya.

Lale Kuning mengingatkan Mesir, bahwa dirinya pun anggota dewan pertimbangan. Belum ada pembahasan apapun terkait siapa yang boleh dan tidak boleh dicalonkan sebagai ketua. “Bagi saya Pak Ahyar berhak tampil sebagai kader,” pungkasnya.

Sementara itu, Kader Golkar Chris Parangan yang diminta Ahyar mendampinginya menerima kunjungan Lale Kuning menilai kesalahan Suhaili tidak hanya pada tahun 2010. “Pada tahun 2015 Pak Suhaili juga tidak dapat mandat dari partai (Golkar),” ujarnya.

Namun Suhaili tetap maju di Pilbup Loteng dan malah menggunakan partai lain. “Memang saat itu ada dualisme di Golkar ada kubu ARB dan Agung Laksono, tetapi mengapa Mataram bisa dapat SK dua-duanya, sementara di Loteng tidak bisa? Bagi saya itu kegagalan komunikasi politik Suhaili,” cetusnya. (zad/tan/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks