alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Panaskan Mesin, Baliho HARUM Banjiri Mataram

MATARAM-Mesin Partai Golkar Kota Mataram mulai panas. Puluhan baliho pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman (HARUM) disebar ke seluruh penjuru kota. Dari gang sempit hingga di bando jalan-jalan protokol.

“Pemasangan baliho ini mengambil momen yang tepat untuk lebih memperkenalkan pasangan HARUM ke masyarakat,” jelas Sekretaris DPD Golkar Mataram Usman TS, Kamis (23/7).

Pemasangan baliho dilakukan setelah SK dukungan dari Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi diterima. Sehingga pasangan ini dikatakan sudah final untuk maju di Pilkada Desember mendatang.

Tak hanya itu, Usman juga menyebut mesin partai Golkar sudah bergerak dari pimpinan kecamatan hingga kelurahan. Bahkan, di setiap kelurahan Golkar sudah membentuk tim yang terdiri dari 100 kader. Mereka bertugas mengajak masyarakat memperkuat barisan Golkar sekaligus mensosialisasikan visi misi pasangan HARUM.

“Dengan bergeraknya kader di setiap kelurahan, pasangan HARUM akan mendapatkan hasil maksimal dan menang dalam Pilkada,” yakinnya.

Sementara Ketua Tim Pemenangan H Didi Sumardi mengakui pihaknya mengambil start lebih awal. Tak hanya penguatan di internal Golkar, tetapi partai beringin terus membuka diri membangun koalisi dengan partai lain. Meskipun, koalisi Golkar dengan PPP sudah mencukupi syarat untuk mendaftar di KPU sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Mataram.

“Golkar selalu membuka diri terhadap pihak manapun yang mau bergabung. Ada (komunikasi dengan partai lain), sekarang masih berproses,” jelasnya.

Didi tak ingin membeberkan lebih awal dengan partai mana pihaknya kini sedang membangun komunikasi. Alasannya, ia tak mau berspekulasi. Menyampaikan informasi yang belum pasti.

“Pada prinsipnya, lebih banyak partai koalisi akan lebih bagus,” ungkap pria yang juga menjabat Ketua Harian Golkar Kota Mataram itu.

Karena baginya, calon lawan yang akan dihadapi pada Pilkada 2020 ini juga sangat kompetitip. Mereka sudah memiliki kiprah di Kota Mataram.

Baik pasangan Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan, pasangan HL Makmur Said dan putra Wali Kota Mataram Badruttamam Ahda, maupun pasangan Baehaqi dan Baiq Diyah Ratu Ganefia.

“Kami akan tetap bekerja keras menunjukkan kinerja terbaik. Kami tidak pernah tidak serisu dan selalu optimistis,” ujarnya.

Didi meyakini figur pasangan HARUM yang diusung Golkar memiliki reputasi, rekam jejak, kapabilitas, dan integritas yang mumpuni. Sebut saja figur H Mohan Roliskana yang punya pengalaman 10 tahun menjadi Wakil Wali Kota Mataram. Kemudian TGH Mujiburrahman merupakan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang punya kapasitas mumpuni. Sehingga pasangan ini dinilai sebagai pasangan yang menjanjikan dan terbaik bagi Kota Mataram.

“Kami yakin Pilkada terletak pada kekuatan figur. Dan kami yakin pada kedua figur ini,” tegasnya.

Sehingga figur ini dikatakannya sudah final dan tidak bisa diubah lagi. Karena mereka merupakan aspirasi dari kader Golkar dan masyarakat Kota Mataram. Bukan karena keinginan Golkar saja. “Hanya kebetulan kedua figur ini merupakan kader Golkar,” tandasnya.

Senada dengan Didi, Ketua Harian DPD Golkar NTB H Misbach Mulyadi menegaskan paket HARUM sudah final. Bahkan, siapapun yang akan menjadi Ketua DPD I Golkar NTB, tak akan ada pengaruhnya. “Orang Ketua DPP sudah teken SK-nya. Tidak mungkin berubah,” kata Misbach.

Ditegaskan, Paket Harum yang akan bertarung pada Pilkada Kota Mataram tidak ada urusan dengan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar NTB. “Kader Golkar di daerah harus memenangkan paket ini,” terangnya.

Sebagai kader Golkar, Misbach tentu akan taat dengan apa yang menjadi keinginan DPP. Bahkan jika Mohan menginginkan dirinya menjadi ketua tim pemenangan, maka ia tak akan bisa menolak. “Kalau itu perintah, siap kita jalani,” ujarnya.

Terpisah, anggota DPRD Kota Mataram dari Partai Golkar Abdul Malik mengatakan, paket ini sudah melalui mekanisme partai. “Kalau untuk berubah, kayaknya tidak mungkin,” kata dia. (ton/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks