alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

PKB, Dulu Makmur-Ahda, Sekarang Lirik Selly-Manan

MATARAM-Konstelasi politik jelang Pilkada Kota Mataram kian dinamis. Dukungan partai terhadap bakal calon berpotensi berubah. Misalnya saja dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sejak awal, PKB diklaim bakal mendukung pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota HL Makmur Said-Badruttamam Ahda. Namun belakangan, partai besutan Muhaimin Iskandar itu pindah haluan. Memberikan dukungan pada pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan.

“Kalau untuk pasangan Makmur-Ahda itu sifatnya rekomendasi dari DPC PKB Kota Mataram meneruskan ke DPW. Karena yang mendaftar hanya Makmur-Ahda. Makanya kami teruskan ke DPP,” jelas Ketua DPW PKB NTB H Lalu Hadrian Irfani, kemarin (22/7).

Pada masa pendaftaran bakal calon pasangan wali kota dan wakil wali kota, hanya pasangan Makmur-Ahda yang mendaftarkan diri. Sehingga pasangan inilah yang direkomendasikan ke DPP. Namun bukan berarti dukungan dari PKB sudah pasti diberikan pada pasangan ini.

“Fisik SK dukungan Makmur-Ahda belum kami terima. Mudahan dalam pekan ini ada keputusan. Tapi apakah pertimbangan DPP nanti lain, itu belum kami ketahui,” akunya.

“Kalau memang mengharuskan memanggil Bu Selly, ya nanti kami akan panggil,” sambungnya.

Prinsipnya, jika mengikuti prosedur administrasi, dukungan akan diberikan ke pasangan Makmur-Ahda. Namun jika DPP PKB memiliki pertimbangan lain, itu belum bisa dipastikan.

Hadrian memaparkan jika pertimbangan koalisi nasional antara PKB dengan PDIP memang bisa saja berpengaruh sampai ke daerah. Mengingat dua partai ini sama-sama mengusung calon presiden dan wakil presiden yang sama.

Sehingga, jika kemudian ada sinyal DPP PKB memberikan dukungan pada Selly, itu menurutnya bisa saja terjadi. “Tidak menutup kemungkinan jika DPP memghendaki (mengusung Selly-Manan). Kami di bawah tinggal melaksanakan perintah,” terangnya.

Sampai saat ini, SK B1KWK itu belum keluar. Apakah nanti SK itu akan diberikan ke pasangan Selly-Manan atau Makmur Ahda, kemungkinan hal itu diketahui dalam pekan ini. “Tetapi kami di DPC dan DPW PKB sudah merekomendasikan Makmur Ahda ke DPP,” jelasnya.

Terpisah, bakal Calon Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani juga mengaku sudah ada komunikasi dengan PKB. “Sudah ada komunikasi dengan PKB. Katanya mereka juga mau ketemu,” beber Selly kepada Lombok Post.

Padahal, sebelumnya bakal calon Wali Kota HL Makmur Said juga mengklaim jika PKB bakal memberikan dukungan padanya. Ia yakin Gerindra, PKB dan PKPI akan mengusung pasangan yang memiliki jargon MUDA itu.

Meski ada isu PKB pindah haluan, hingga kemarin (22/7), Makmur masih yakin PKB akan tetap mengusungnya dan Ahda. Terlebih informasi yang didapatkan dari Ketua DPC PKB Kota Mataram H Wardi, SK tersebut segara keluar untuknya.

“Dia (Ketua DPC PKB) yang kasih tahu kemarin, kalau hari ini Pak Hadrian datang bawa SK PKB,” yakin Makmur. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks