alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Hujan di Mandalika Sejukkan Hubungan Suhaili-Mohan

MATARAM-Rinai hujan. Dua sahabat beda generasi berjabat tangan. Dari balik masker yang menutupi mata keduanya berkali-kali terpincing. Gestur tengah saling berbagi senyum dan tawa.

Tidak ada yang tahu isi perbincangan keduanya. Mereka memang tak ingin ada yang ketiga mendengar.

“Tentu ini kejutan yang sangat menarik, walaupun secara teori politik apapun bisa terjadi,” kata Pengamat Politik Ihsan Hamid, kemarin (22/11).

Tanggapan itu disampaikannya atas pertemuan perdana yang sejuk antara Ketua DPD Golkar NTB H Mohan Roliskana dan mantan Ketua DPD Golkar NTB HM Suhaili FT.

Sudah kadung lama keduanya dirumorkan tak saling sapa. Persisnya sejak pemilihan Ketua DPD Golkar NTB yang mempertemukan Suhaili sebagai petahana dan Mohan sebagai penantang.

Sejak itu, rumor keduanya tak harmonis menyeruak ke ruang publik. Walaupun Mohan maupun Suhaili sama-sama tak pernah mengonfirmasi kebenaran desas-desus itu.

“Iya kan pak Suhaili juga tidak pernah secara terbuka melalui pernyataan publik menyatakan sikap ketidaksukaannya pada keterpilihan Mohan,” ulasnya.

Tetapi satu hal yang menarik, pertemuan Mohan-Suhaili yang perdana itu seakan menjawab teka-teki yang lama mengendap di benak publik.

“Pertemuan itu bisa berarti Suhaili telah dengan legawa sebenarnya menghormati keputusan partainya (memilih Mohan sebagai ketua),” ulasnya.

Pertemuan di bawah rinai hujan, Sirkuit Mandalika itu menjawab berbagai spekulasi liar arah politik Suhaili.

Salah satunya menyebut Suhaili akan hengkang dari Golkar seperti yang dilakukan tokoh senior Golkar lainnya H Ahyar Abduh yang bergabung dengan NasDem.

“Pak Suhaili saya lihat menunjukkan kedewasaan dan kematangan dalam politik, tidak baper sekaligus tetap bisa melihat peluang emas di Golkar,” ujar kandidat doktoral di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta itu.

Bagaimanapun lanjutnya, Suhaili sangat pandai menata emosi. Serta membaca peluang dengan hengkangnya Ahyar dari Golkar.

“Suhaili berpeluang bisa memainkan perannya sebagai mentor tunggal Mohan yang notabene adalah juniornya, bahasa kerennya Suhaili bisa jadi king maker bagi Mohan,” ulasnya.

Akan berbeda situasinya bila Ahyar masih ada di Golkar. Peran ‘Matahari Kembar’ berpeluang terjadi.

“Sehingga pertemuan itu memang sangat layak terjadi,” imbuhnya.

Ihsan juga memuji Mohan karena mampu menempatkan diri dengan baik, sehingga tetap dapat merangkul Suhaili.

“Dia bisa menghormati para seniornya tanpa harus menjatuhkan diri sendiri, hanya untuk dapat simpati, tentu ini pendekatan yang elegan,” ujarnya.

Pengajar ilmu politik di UIN Mataram itu yakin, komunikasi yang akan terbangun antara Mohan dengan Suhaili selanjutnya akan semakin menarik. Tentu dengan deal-deal politik yang saling menguntungkan.

“Saya pikir masih sangat terbuka peluang pak Suhaili seperti Bu Mega di PDIP sebagai king maker, atau bisa saja bentuknya Pak Suhaili yang akan direkomendasikan Golkar pada Pilgub nanti, semua peluang itu sangat bisa terjadi, setelah komunikasi yang pertama ini, menarik untuk melihat episode berikutnya,” ulasnya.

Yang paling penting adalah Mohan berhasil mempertahankan komposisi Golkar dengan figur-figur yang punya kekuatan elektoral secara personal.

“Di tengah manuver sejumlah partai lain yang menggerus partai lawan dengan merebut figur potensial, Golkar di bawah Mohan berhasil mempertahankan tokoh-tokoh ikonik politiknya, ya kalau dibanding Suhaili dengan Ahyar jauh lebih riil massa Pak Suhaili dong,” bandingnya.

Sementara itu, Mohan Roliskana saat dikonfirmasi pertemuan pertamanya dengan Suhaili menjawab dengan kalimat bersayap.

“Kami berbincang banyak hal, kangen-kangenan dan banyak berdiskusi tentang masa depan. Sebagai junior beliau (Suhaili, Red) saya banyak mendapat masukkan yang sangat bermakna,” katanya sembari tersenyum. (zad/r2)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks