alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Saingi Mohan, Baihaqi Siap Rebut SK Golkar di Pilkada Kota Mataram

MATARAM-H Baihaqi tidak hanya membidik partai yang tergabung dalam Poros Biru. Politisi Partai Golkar itu masih berharap didukung Golkar. “Saya mendaftar di sana tentu karena berharap dukungan Golkar,” katanya.

Kans Baihaqi didukung Golkar diyakini masih terbuka. DPP Partai Golkar sampai saat ini belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) rekomendasi Bapaslon yang diusung di semua kabupaten/kota termasuk Mataram.

Apalagi Baihaqi masih tercatat sebagi kader partai. Saat ini menduduki posisi Wakil Ketua AMPG Partai Golkar NTB. Pria yang akrab di sapa Aqi itu memilih berpasangan dengan Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi.

Namun Aqi menegaskan upaya mendekati Golkar tetap sesuai prosedur. “Sekarang tinggal kita tunggu aja proses yang sedang berjalan di Golkar seperti apa,” pungkasnya.

Peta politik di NTB dan di internal Golkar masih sangat berpeluang berubah. Musda Partai Golkar NTB yang akan digelar dalam 4-6 Maret nanti, salah satu yang diprediksi dapat memicu perubahan peta politik daerah, termasuk kecondongan rekomendasi.

Dari sisi mekanisme rapat pleno DPD II Partai Golkar Kota Mataram mengusulkan satu Bapaslon yakni H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman. “Yang saya tahu sudah selesai dan nama-nama Bapaslon sudah dikirim ke DPP,” kata Ketua Harian DPP Partai Golkar NTB H Misbach Muliyadi.

Proses ini dianggap klir di tingkat DPD II kabupaten/kota dan DPD I Golkar NTB. Tetapi DPP masih bisa membuat keputusan berbeda yang diusulkan daerah dan provinsi. “Misalnya kalau tadi yang hanya satu Bapaslon di minta dua, ya itu kewenangan DPP, di luar kewenangan kami,” katanya.

Mengacu dari kewenangan itu DPP masih bisa membuat keputusan berbeda. Termasuk menerbitkan SK untuk Bapaslon di luar keinginan DPD II kabupaten/kota. “Kalau kita kan memastikan agar semua sesuai dengan mekanisme partai,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks