alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Picu Kerumunan, Dewan NTB Sebut Gubernur Beri Contoh Tidak Baik

MATARAM-Kontroversi Gubernur Cup yang memicu kerumunan besar warga di Kabupaten Bima didorong diusut tuntas. Acara itu dituding menyakiti perasaan banyak orang.

Kesan yang timbul seakan-akan rakyat tidak boleh berkegiatan, sedangkan pemerintah bebas melakukan apapun.

“Kita sesali dan (Gubernur, Red) memberi contoh yang tidak baik,” kata Akhdiansyah, anggota DPRD NTB Dapil 6 Kabupaten Dompu, Kota Bima, dan Bima, kemarin (24/2).

Yongki, sapaan akrabnya, juga menyesali Gubernur sebagai simbol dan tokoh di NTB beberapa kali tertangkap kamera tidak menaati protokol kesehatan.

Berjabat tangan langsung dengan rakyat, hingga melepas masker dianggap bentuk ketidakpatuhan pada protokol kesehatan.

Terlebih dalam pantauan langsung di lapangan, di daerah pemilihan (Dapil), Yongki mendapat informasi masyakat banyak yang terjangkit penyakit.

“Saya ke sana (Dapil, Red) selama seminggu, dapat informasi warga terjangkit flu demam, memang ini belum terdiagnosa apakah itu Covid, tetapi seharusnya kita dapat memberi contoh yang baik dan mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi (penyebaran Covid),” imbuhnya.

Baca Juga :  Gubernur NTB Sebut Airlangga Bakal Jadi Bintang Politik Indonesia

Lebih lanjut politisi PKB itu menuturkan, sempat bertemu dalam perjalanan dengan Gubernur yang membawa Dinas Kesehatan, sebelum acara final Sepak Bola Gubernur Cup itu.

“Saya pulang, Gubernur datang, kami sempat berbincang dan dikatakan akan ada agenda vaksinasi (di Bima),” tuturnya.

Saat itu, dia sempat mengapresiasi upaya Gubernur terus menggencarkan vaksinasi.

“(Saya katakan) bagus,” imbuhnya.

Tetapi Yongki, tidak tahu jika konsepnya, ternyata akan mengumpulkan masyakat di lapangan luas dan membiarkan mereka berkerumun dalam waktu lama, sepanjang pertandingan final sepak bola.

“Di Dapil kami, Gubernur itu tidak hanya simbol tapi panutan. Jadi apa yang dicontohkan Gubernur akan menjadi rujukan masyakat dalam kesehariannya,” ujarnya.

Aksi Gubernur lepas masker, hingga dianggap sebagai pemilik acara Gubernur Cup yang boleh mengumpulkan banyak orang, bisa menjadi alasan warga menirunya.

Maka kampanye susah payah pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah akan bahaya Covid-19 bisa mubazir karena publik tak lagi melihat Covid sebagai ancaman.

Baca Juga :  Bahas Adendum GTI, Dewan Tagih Kesiapan Gubernur NTB

“Kita sesalkan, lalai beliau, ini terlalu euforia (acara) Gubernur Cup sukses, tapi desainnya nggak menarik (karena diduga melanggar Prokes),” ujarnya.

Lebih-lebuh sebagai simbol NTB, Gubernur dianggap beberapa kali membuat kontroversi selama Pandemi.

“Berkali-kali,” sesalnya.

Apakah ini strategi Gubernur sengaja mengelola kontroversi demi kepentingan politik 2024?

Yongki tidak yakin. Tetapi kalau alasan kekuasaan membuat Gubernur sampai sengaja mengelola kontroversi, menurutnya itu bukan politik yang sehat.

“Saya kira terlalu nyeleneh. Politik punya ruangnya tersendiri, masa mau membuat risiko bagi banyak orang,” ujarnya.

Jika kasus Pandemi meningkat di Dapil-nya, hingga membuat warga banyak yang sakit, patut dicurigai dipicu kerumunan besar itu.

“Maka Gubernur harus bertanggung jawab,” pintanya.

Sebelumnya, Anggota DPRD NTB H Ruslan Turmuzi mendorong Aparat Penegak Hukum mengusut sampai tuntas acara Gubernur Cup yang diduga melanggar Prokes.

“Kami dorong agar diusut sampai tuntas,” tegas politisi PDIP itu. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/