alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Jelang Pilkada, Tiga Partai di Mataram Ajukan Dana Bantuan ke Pemda

MATARAM-Tiga partai politik (parpol) mengajukan pencairan dana bantuan untuk tahun anggaran 2020. ”Golkar dan Berkarya sudah mengajukan. Rencananya PAN sore ini (kemarin) masukkan proposal,” kata Kepala Bakesbangpoldagri Rudi Suryawan, kemarin.

Tahun ini, dana bantuan parpol meningkat dibanding 2019. Sebesar Rp1.006.145.720. Sementara tahun lalu, kata Rudi, anggaran bantuannya hanya Rp950 juta.

Naiknya anggaran untuk dana bantuan parpol, tak lepas dari peningkatan partisipasi pemilih. Juga penambahan parpol yang lolos ke DPRD Kota Mataram, yakni sebanyak 12 partai. ”Faktornya itu. Parpol yang lolos ke parlemen juga kan meningkat dibandingkan pemilu sebelumnya,” tuturnya.

Rudi mengatakan, sebelum mengajukan pencairan dana bantuan, masing-masing parpol harus menindaklanjuti hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan. Ini menjadi salah satu persyaratan pencairan.

Misalnya, parpol menyerahkan laporan pertanggung jawaban penggunaan dana bantuan untuk tahun sebelumnya. Jika belum, pemkot tidak bisa melakukan pencairan untuk dana bantuan tersebut.

Bakesbangpoldagri sendiri sudah bersurat kepada 12 parpol. Jika mereka sudah selesai menindaklanjuti temuan dari BPK, diminta untuk segera mengajukan pencairan dana bantuan parpol.

”Kalau sudah ditindaklanjuti, bisa kita cairkan,” ujar Rudi.

Dana bantuan parpol bersumber dari APBD Kota Mataram. Diberikan setiap tahunnya. Dengan tujuan membantu parpol menjalankan aktivitas kepartaian mereka. Jumlah yang diterima tiap parpol tentu berbeda. Tergantung pada raihan suara di Pemilu Legislatif 2019. Untuk satu suara dikalikan sebesar Rp4.540.

Berdasarkan raihan total suara pada Pileg 2019 lalu, dana bantuan terbesar diterima Partai Golkar sebesar Rp165.260.450; Gerindra Rp147. 186.800; PDIP sebesar Rp107.706.109. Kemudian Partai Keadilan Sejahtera sebesar Rp103.430.800; Partai Demokrat Rp85.730.105; PPP sebesar Rp75.736.100; PAN sebanyak Rp73.745.000; dan PKB  Rp72.898.000.

Selanjutnya, Partai NasDem sebesar Rp58.479.000; Partai Berkarya Rp51.206.00; PKPI Rp33.936.000; dan Partai Hanura sebesar Rp31.713.000. ”Diberikan untuk parpol memiliki kursi di DPRD Kota Mataram,” tandas Rudi. (dit)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks