alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

KPU Mataram Verifikasi Faktual 13.888 Berkas KTP Dukungan

MATARAM-KPU Kota Mataram telah menyerahkan hasil Verfikasi Administrasi (Vermin) ke Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Independen Dianul Hayezi-Badrun Nadianto.  “Sudah kita serahkan secara simbolik ke salah satu pasangan pak Badrun,” kata Ketua KPU Kota Mataram Husni Abidin, Kamis (25/6).

Sebelumnya Bapaslon Independen Dianul-Badrun menyerahkan 25.117 berkas. Tetapi setelah dilakuan Vermin yang dinyatakan penuhi syarat untuk ke tahapan Verifikasi Faktual (Verfak) sebanyak 13.888 berkas.

Berkas sebanyak 13.888 itu akan kembali diuji lagi dengan meminta keterangan langsung para pemilik KTP atas kebenaran dukungan ke pasangan ini. “Kita akan mulai Verfak dari tanggal 27 Juni-10 Juli 2020,” terangnya.

Berkas itu tersebar di 6 kecamatan dan 49 kelurahan. Untuk mendukung kelancaran Verfak, KPU telah menyiapkan tim verifikator. “Mereka sudah siap bekerja totalnya sebanyak 150 orang akan diturunkan ke 49 kelurahan,” ulasnya.

Bila dalam proses Verfak nanti ditemukan ada yang tidak valid atau warga yang memiliki KTP tidak pernah merasa memberi dukungan maka harus diganti. Selain itu juga harus menyiapkan berkas pengganti yang tidak lolos Vermin.

Mengingat calon syarat minimal dukungan calon perseorangan di Kota Mataram 24.922 berkas. Yang harus dilengkapi pun kelipatan dua dari kekurangannya. “Misalnya kurang 500 maka yang harus disiapkan seribu,” terangnya.

Sementara itu, Bakal Calon Wakil Wali Kota Jalur Perseorangan H Badrun optimis bisa lolos proses Verfak dan sampai ke panggung Pilwali. Jika pun nanti ada kekurangan pihaknya siap mengganti. “Kita sudah siapkan 30 ribu KTP jika ada kekurangan,” katanya.

Sebelumnya Badrun pernah mengikuti pilkada di Lombok Tengah. Pengalaman itu pun dinilai sangat berharga sehingga dia yakin bisa lolos di Pilwali Kota Mataram. “Kalau kekurangan akan diganti dua kali lipat, kita siapkan tiga kali lipat,” tegasnya. (zad/R2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks