alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Minim Figur, Golkar Masih Berharap Calonkan Bupati di Loteng

MATARAM-Partai Golkar masih membidik posisi Calon Bupati (Cabup) di Lombok Tengah (Loteng). Munculnya HM Nursiah sebagai Bakal Calon Wakil Bupati (Bacabup) dari Golkar untuk dampingi HL Pathul Bahri dari Gerindra baru sebatas wacana.

Paket Pathul-Nursiah belum jadi keputusan final di DPP Partai Golkar. “Saya fikir kesempatan (golkar di posisi satu) masih tetap terbuka,” kata Koordinator Daerah (Korda) Loteng, DPD Partai Golkar NTB HL Satriawandi, kemarin (24/6).

Peluang kocok ulang terbuka lebar. Kunci utama di hasil survei yang tengah dilakukan partai Golkar pada semua Bapaslon Bupati Loteng saat ini. “Kuncinya ya di hasil survei nanti,” tegasnya.

Usai tiga figur dari Yayasan Attohiriyah Al Fadiliyah (Yatofa) Bodak undur diri, beberapa nama kader Golkar sempat muncul dan digadang-gadang potensial bertarung di Loteng. Diantaranya HL Wireginawang, H Misbach Mulyadi, H Kelan, sampai Satriawandi.

Tetapi figur itu entah karena sebab apa belakangan tenggelam. Ramainya kabar Golkar NTB mendorong Nursiah membuat Nursiah seakan telah kantongi SK partai.

Menanggapi namanya ikut didorong maju, Satriawandi mengatakan sedari awal tidak berniat ikut Pilbup. “Jauh-jauh hari sudah saya sampaikan permohonan maaf saya pada partai tidak akan ikut,” ungkapnya.

Namun demikian, survei partai Golkar tidak hanya untuk pasangan Pathul-Nursiah. “Tetapi semua Bapaslon yang ada sekarang dan pernah daftar di Golkar itu semua disurvei,” terangnya.

Survei secara normatif memberi padangan bagi partai beringin. Sebelum memutuskan menentukan arah dukungan politik. Sikap terbuka partai Golkar, membuka kesempatan ke salah satu figur yang juga mengikuti tahapan di partai Golkar yakni H Masrun.

Satriawandi pun membenarkan bahwa nama Masrun salah satu yang disurvei. “Semua disurvei figur internal dan luar,” tegasnya.

Dari sisi keuntungan politik, Masrun berpeluang dikaderkan karena dari kalangan non partisan.  Mendukung Masrun menghindarkan Golkar jatuh di posisi dua. Setelah puluhan tahun merajai politik Loteng.

Begitupun figur non partisan lain seperti H Dwi Sugianto yang juga mendaftar di Golkar. Tetapi pada akhirnya hasil survei akan mementukan apakah Masrun atau Dwi layak mewakili Golkar. “Intinya kita tunggu hasil survei dan saat DPP memutuskan kami pasti akan dipanggil untuk mendengar hasilnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat Politik UIN Mataram Dr Kadri menilai nada-nada Golkar memilih di posisi dua dalam Pilbup Loteng dianggap lumrah dalam politik. “Tidak ada yang tidak mungkin dalam politik,” katanya.

Dalam kontestasi Pilbup petarung utamanya bukan partai politik. “Tapi figur,” tegasnya.

Alasan realistis saat Golkar menurunkan daya tawar politik. Begitu mengetahui figurnya di bawah Gerindra. “Posisi nomor dua sangat realistis,” ulasnya.

Walaupun dalam sejarah Golkar di Loteng selalu tampil di depan. Tetapi bukan jaminan dominasi Golkar akan selalu abadi. “Politik tidak terkait dengan sejarah, tetapi politik selalu merujuk pada realitas politik kekinian,” ulasnya.

Citra  Golkar selalu di muka di Loteng dinilai keliru. “Stigma itu sesat karena politik itu targetnya menang,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks