alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Pilbup Loteng, Masrun-Aksar atau Ziadi-Aswatara Berpeluang Dapat Dukungan PPP

MATARAM-PPP tengah jadi rebutan politik di Lombok Tengah (Loteng). Enam kursi membuat partai berlambang Kabah itu sangat menggiurkan.

Berkoalisi dengan PPP bagi partai papan tengah apalagi atas, sama dengan mengunci tiket ke panggung Pilbup 2020. Dua Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) diketahui getol memburu PPP dan adu strategi lobi politik yakni H Masrun-HL Aksar Ansori dan H Ahmad Ziadi-Lalu Aswatara.

Ragam cara ditempuh para figur memburu dukungan PPP. Salah satunya melakukan pendekatan kepartaian. Lalu Aswatara bahkan dikabarrkan telah menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) PPP.

Namun saat dikonfirmasi Aswatara terkesan mengindar. “Halo, ndak dengar saya masih di Jakarta ini. Ramai,” kelitnya, dihubungi Lombok Post.

Tetapi kebenaran Aswatara sebagai kader dibenarkan Sekertaris Wilayah PPP NTB Muhammad Akri. “Benar. KTA sudah diserahkan DPC PPP Loteng,” terangnya.

Bapaslon Ziadi-Aswatara membidik koalisi Partai Demokrat-PPP di Loteng. Demokrat salah satu partai papan tengah dengan enam kursi. Jika Demokrat dan PPP berhasil berkoalisi maka total 12 kursi. Melebihi 10 kursi syarat minimal maju di Pilbup Loteng.

Peluang Ziadi kantongi SK Demokrat pun terbuka lebar. Setelah menerima surat tugas dari DPD Partai Demokrat NTB dan DPP Partai Demokrat.

Masuknya Aswatara ke PPP dibaca sebagai strategi membuka peluang merebut SK PPP. Hanya saja Sekretaris DPW PPP NTB Muhammad Akri menegaskan kebersediaan jadi kader bukan syarat utama kantongi SK. “Belum sih, kewenangan tetap di DPP,” tegasnya.

Sementara itu, HL Aksar Ansori tak kalah superior melobi PPP. Ketua DPP PPP NTB Hj Warti’ah dan Muhammad Akri salah satu yang didekati jadi jalan melobi DPP. Pertemuan Aksar dengan Warti’ah dan Akri bahkan terekam dalam foto yang beredar.

Aksar membenarkan PPP salah satu partai bidikan. PPP rencanannya akan dikoalisikan dengan PKB. Setelah sebelumnya dapat surat tugas dari partai Nahdliyin itu. “Yang jadi prioritas adalah PPP dan PKB,” ungkapnya.

Peluang PPP mengkader pasangan Masrun-Aksar pun terbuka. Sekalipun PPP belum membangun komitmen baik dengan Masrun atau Aksar tetapi mengingat mereka muncul dari kalangan non partisian, komitmen bisa saja dibangun sebelum SK terbit.

Sementara itu, Wakil Ketua PPP NTB H Muzihir menegaskan kesempatna semua figur masih sama-sama terbuka. Termasuk ke Bapaslon Masrun-Aksar atau Ziadi-Aswatara.

Dalam skema pemberian SK, PPP menggunakan indikator prioritas sebelum menentukan arah politik. “Pertama kalau dia kader sudah pasti diperioritaskan,” terangnya.

Muzihir mencontohkan seperti di Sumbawa arah dukungan SK sudah terbaca ke Bapaslon Nurdin Ranggabrani-Syukri Rachmat. Mengingat status Nurdin adalah kader PPP.

Tetapi bila di satu daerah tidak ada kader PPP maka perioritas akan diberikan ke figur yang mau jadi kader. “Bila semua tidak terpenuhi baru melihat hasil survei popularitas dan elektabilitasnya,” terangnya.

Pada situasi politik di Loteng hampir semua Bapaslon berpeluang gabung dengan PPP. Rata-rata pasangan yang muncul ada salah satunya dari kalangan non partisan yang berpeluang di kader.

Sehingga PPP kemungkinan akna mencari figur yang berpeluang menang dan mau jadi kader PPP. “Semua punya kesempatan sama, kita tunggu hasil fit and proper test-nya,” pungkasnya. (zad/R2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks