alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Pilbup Loteng, PKS Buka Opsi Survei Lale Prayatni

MATARAM-Figur Lale Prayatni diperhitungkan PKS. Kemunculannya mendorong partai bulan sabit kembar itu membuka opsi survei ulang.

PKS nampaknya tidak ingin setengah-setengah dalam membaca peta politik Loteng. Ketatnya persaingan para figur di Loteng membuat PKS ingin mencari figur yang terbaik untuk diusung.

Lale Prayatni salah satu figur yang terbuka peluang disurvei menyusul istri Sekda NTB HL Gita Aryadi itu  belum masuk namanya dalam survei PKS sebelumnya. “Bisa jadi. Iya (belum disurvei),” katanya Ketua DPW PKS NTB H Abdul Hadi.

Tetapi rencana survei itu masih tergantung dari upaya gigih Lale merebut partai lain sebagai kendaran politik. Bila istri Sekda Loteng itu tidak mendapat partai koalisi maka PKS kemungkinan tidak akan survei lagi. “Bisa tidak (survei). Cukup dengan yang sudah ada itu,” imbuhnya.

Normatifnya tahapan di PKS saat ini masih dalam proses usulkan Bapaslon yang sudah berproses. Antara lain HL Suryade-Habib Ziadi, H Dwi Sugianto-HL Normal Suzana, dan H Masrun-HL Aksar Ansori.

Para Bapaslon itu tengah bersaing ketat meyakinkan PKS. Terutama untuk gambaran koalisi partai yang dibangun.

Mengingat PKS tidak bisa mengusung Calon Kepala Daerah (Cakada) tanpa koalisi. “Ya (Suryade-Habib) dengan PBB itu bisa. Tetapi calon lain (Dwi-Normal dan Masrun-Aksar) juga bisa dengan partai lain (dan telah bangun koalisi),” ulasnya.

Dengan persaingan itu, PKS masih harus melakukan kajian lebih dalam lagi. Sebelum memutuskan arah dukungan politik. “Ya untuk saat ini mengerucut ke nama yang sudah diusulkan,” terangnya.

Usulan itu masih berpeluang berubah. Kuncinya ada di DPD PKS Loteng.

Bila ada nama yang kembali masuk — termasuk nama Lale — maka usulan itu akan diakomodir. “Selama SK DPP belum terbit, masih mungkin. Tergantung dari DPD apakah ada usulan lagi,” ungkapnya.

Apakah nama Lale sudah daftar? “Nggak tahu (belum dapat info dari DPD). Tetapi bisa saja beliau datang ke DPD mendaftarkan diri. Bisa jadi,” terangnya.

Menurutnya kesempatan mendaftar masih terbuka. Selama DPP belum memfinalkan arah dukungan di Loteng.

Sementara itu, Lale dikonfirmasi belum mau menyebutkan partai mana lagi yang diincar selain Gerindra. Cucu mantan Bupati Loteng HL Srinate itu hanya menyebutkan ada opsi lain yang telah disiapkan sebagai kendaraan politik. “Yang pasti sudah ada kendaraan lain,” katanya. (zad/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.
Enable Notifications.    Ok No thanks