alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pilbup Lombok Utara, Dukungan Golkar Terbelah?

TANJUNG-DPD II Golkar KLU dikabarkan mengalami polemik internal terkait arah dukungan dalam Pilbup. Banyak kader terang-terangan melawan arah partai.

Ketua DPD II Golkar KLU H Djekat mengatakan tak ingin mengekang kebebasan dukungan kader. Sebab bagi partai, suara kader merupakan fakta lapangan yang harus dipertimbangkan DPD II hingga DPP.

”Silakan saja, namanya juga aspirasi,” ujar dia, Senin (24/8).

Aspirasi arus bawah tidak bisa begitu saja dilawan. Fakta jika kader lebih banyak mendukung Djoda Akbar dibandingkan Nadi juga tidak bisa tidak diindahkan.

”Suara arus bawah itu juga penting,” tegasnya lagi.

Dia percaya kader memiliki penilaian sendiri usai melihat kinerja dua bupati sebelumnya, H Djohan Sjamsu dan H Najmul Akhyar.

Namun dirinya belum mau berkomentar terkait pengurus Golkar menjadi Tim Pemenangan paket NADI apabila SK jatuh ke tangan petahana. Sementara ini, ia akan mengikuti suara terbanyak kader.

”Misalnya SK dukung petahana, saya tidak bisa berbuat apa-apa kalau 80 persen kader memenangkan Djoda, itu di luar kemampuan saya,” kilahnya.

Perihal tudingan anggota DPRD yang tidak bersedia mendukung Djoda, ia meyakini tidak semua seperti itu. Hingga saat ini, ia belum melakukan komunikasi politik di internal Fraksi Golkar.

Terpisah, juru bicara kader Golkar Citrawadi mengatakan, banyaknya kader yang akan berlawanan itu terjadi jika SK diberikan pada petahana.  Mereka siap melawan gerbong partai jika aspirasi arus bawah pada paket Djoda Akbar tidak diindahkan.

”Alasannya karena kami melihat masa depan KLU ada di tangan Pak Djohan. Dari segi sejarah politik beliau beda dari calon lain yang suka nyalip di tikungan,” tegas  dia.

Ia menjelaskan, jauh sebelum Golkar dikabarkan akan mengarah ke petahana, aspirasi kader tingkat bawah sudah ada. Mereka menyuarakan ke DPP melalui DPD II dan DPD I agar memberikan SK dukungan kepada Djohan Sjamsu. Sebab bagi para kader, Pilbup 2020 tidak sekedar kompetisi mencari pemimpin, melainkan sosok yang mampu membangun daerah.

”Kalaupun ada barisan kader tidak mengarah ke Djoda, maka itu adalah anggota DPRD dari Golkar,” cetus dia. (fer/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks