alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

MATARAM-Pilkada Kota Mataram tinggal 13 hari lagi. Di tanggal 9 Desember mendatang, masyarakat akan menentukan siapa pemimpinnya ke depan.

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

Namun, pertarungan belum berakhir. Tiga calon lainnya yakni pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (Salam), pasangan HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda), pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) masih berpeluang besar membalikkan prediksi.

“Semua bisa terjadi,” tegas pengamat politik UIN Mataram Ihsan Hamid kepada Lombok Post, kemarin (25/11).

Dengan catatan, paslon harus bisa memaksimalkan sisa waktu yang tinggal beberapa hari lagi. Meski dari beberapa survei yang beredar, perbedaan elektabilitas antara satu paslon dengan paslon lain cukup tinggi. Namun dosen ilmu politik ini mengatakan, kecenderungan angka survei itu bukan angka aman. Terlepas dari apapun lembaga surveinya.

“Harum bisa dikejar. Khususnya dua paslon yang ada di dekatnya Muda dan Salam. Bahkan paslon Baru juga,” kata dia.

Cara yang paling efektif dilakukan saat ini untuk para paslon membalikkan prediksi adalah mengintensifkan kembali kerja tim pemenangan. Mereka tidak boleh santai dan mempertahankan ritme kerja seperti sebelumnya.

Tim pemenangan harus bekerja lebih maksimal lagi. Khususnya di kantong suara yang statusnya masih dalam zona kuning. “Jika tim pemenangan atau tim sukses bekerja santai, dampak kenaikan elektabilitas pasangan calon tidak akan signifikan,” ungkapnya.

Selain memaksimalkan kerja tim sukses, Ihsan juga mengingatkan para paslon agar fokus pada programnya. Paslon harus fokus mensosialisasikan program unggulannya kepada swing voters atau pemilih rasional. Agar program tersebut bisa dipahami dengan baik. Sehingga mereka yang belum menentukan pilihan, bisa menjatuhkan pilihannya kepada paslon tersebut.

“Kita tahu swing voters ini persentasenya besar karena Mataram ini berbeda dengan kabupaten kota lain yang ada di NTB. Maka program unggulan paslon akan sangat berpengaruh besar terhadap suara swing voters,” paparnya.

Maka, syarat utamanya adalah paslon harus fokus agar sosialisasi program tersebut sampai ke masyarakat. “Tidak perlu terlalu banyak memaparkan program ini itu tetapi terkesan tidak serius. Terlalu banyak program nanti bisa jadi bumerang,” paparnya.

Misalnya seperti pasangan Salam, Ihsan menyindir program pasangan ini terkesan begitu banyak. Ia khawatir justru saking banyaknya, masyarakat tidak bisa menangkap apa yang memang menjadi unggulan atau prioritas dari program pasangan ini.

Beda halnya dengan tiga pasangan lainnya, seperti Harum dengan program 10 ASA Menuju Mataram Harum, pasangan Muda identik dengan Kartu Pro-KES, atau pasangan Baru dengan Mataram Business Center dan Service Center. “Salam harus fokus pada program unggulannya,” sarannya.

Sejauh ini, Ihsan menilai pasangan Harum cukup konsisten. Sedangkan Muda sudah mulai dikenal dengan Pro-KES dan Mataram Creative Hub, serta Baru dengan beberapa gagasannya. Maka, butuh sesuatu yang berbeda untuk mengubah prediksi hasil Pilkada Kota Mataram jika merujuk pada survei.

“Kalau mau elektabilitas tinggi, performa di debat terakhir harus menarik. Tapi kalau debat ketiga masih monoton, elektabilitas tidak akan naik,” prediksinya.

Paslon harus lebih bernyali lagi saling menguliti program dan gagasan. Tidak sekadar normatif memaparkan visi misi yang membuat masyarakat yang mendengarkan justru merasa bosan. Jika berjalan sesuai harapan penonton, debat terakhir harusnya bisa menentukan suara swing voters. “Debatnya harus diperbaiki!” tegasnya.

Langkah terakhir menurut Ihsan yang bisa membalik prediksi selama ini adalah paslon yang bisa membuat finishing dengan sempurna. Finishing yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan debat tetapi juga logistik jelang pemungutan suara. Apakah berupa bantuan melalui tim sukses dan warga atau yang lainnya.

“Saya pikir sebagian pemilih juga masih melihat siapa calon yang berkontribusi untuk mereka jelang pemilihan. Misalnya ketika ada yang memberikan bantuan sumbangan untuk pembangunan tempat ibadah mereka, untuk kegiatan kemasyarakatan atau kegiatan sosial lainnya,” paparnya.

Tak bisa dinafikkan, masih ada pemilih yang menilai komitmen pasangan calon dari kontribusi yang diberikan kepada sekelompok masyarakat tertentu. Sehingga ini menjadi salah satu kunci paslon untuk membalik prediksi selama ini.

Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Mataram Dewi Asmawardhani menanggapi langkah finishing yang dipaparkan pengamat politik. Menurutnya, jika ada paslon yang memberikan bantuan logistik kepada masyarakat tertentu dengan ada embel-embel kampanye, itu akan menjadi bahan pembahasan Bawaslu bersama Gakkumdu.

“Kecuali kalau bantuan yang diberikan atas nama pribadi. Tapi nanti tetap kita lihat unsur-unsurnya ketika ada laporan dari masyarakat,” paparnya.

Menurutnya, potensi seperti ini memang sangat sering terjadi. Paslon memberikan bantuan kepada warga atas nama pribadi tanpa embel-embel kampanye. Namun pada prinsipnya, bantuan diberikan tujuannya tak lain untuk mendapat dukungan.

“Kami akan tetap mengacu kepada aturan apakah ada unsur kampanye atau tidak. Termasuk apakah ada aturan yang dilanggar atau tidak, itu akan kami bahas bersama Gakuumdu. Silakan kalau masyarakat menemukan ada kasus di lapangan, laporkan!” sarannya. (ton/r3)

 

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks