alexametrics
Minggu, 20 Juni 2021
Minggu, 20 Juni 2021

Pengamat: Ketua Golkar NTB Harus Siap Jadi Cagub!

MATARAM-Analisa berbeda disampaikan Pengamat Politik UIN Mataram Ihsan Hamid. Menurutnya, Ketua Golkar NTB haruslah yang siap diproyeksikan tampil pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB.

Karenanya, Ikhsan meyakini H Ahyar Abduh dan HM Suhaili FT, masih menjadi kandidat kuat.

“Bicara DPD Golkar Provinsi tentu bicara yang siap jadi Calon Gubernur,” katanya, Selasa (26/1).

Bagaimana dengan Hj Baiq Isvie Rupaeda? “Bisa saja. Tapi sejauh yang kita amati, pergerakan Isvie belum selentur Ahyar dan Suhaili,” imbuhnya.

Setidaknya Ahyar dan Suhaili, lanjut Ihsan, punya massa riil yang mendukung mereka sebagai calon Gubernur. Masa itu tergambar dari hasil Pilgub 2018 lalu.

“Sementara DPD kabupaten/kota, memang dipersiapkan untuk menjadi bupati atau wali kota,” ulasnya.

‘Hierarki’ jabatan di kepartaian diproyeksikan linier dengan jabatan di pemerintahan, hal yang lazim di semua partai. “Apalagi Golkar nalurinya adalah partai kekuasaan,” ungkapnya.

Ihsan tak yakin, daya tawar Suhaili dan Ahyar melemah. Justru dinamika dan menyebut keduanya melemah, merupakan bagian dari serangan politik.

“Berpolitik itu kan berstrategi, apa yang terlihat di permukaan bisa jadi sebaliknya di belakang layar, ya itulah seninya politik, di dalamnya ada seni menyembunyikan maksud pula,” ulas pengajar ilmu politik itu.

Isu yang dihembuskan Ahyar akan pindah ke Gerindra atau Suhaili yang disebut akan jadi komisaris ITDC, dan ragam isu yang terkesan menyerang keduanya, justru secara politik memperlihatkan keduanya masih kuat. “Yang namanya serangan memang mengarah ke figur yang kuat, kalau lemah ngapain diserang,” ulasnya.

Apakah isu yang menyerang keduanya by design? Ihsan mengatakan isu bisa saja terbentuk sporadis. Tetapi isu yang paling laku dan mengena dapat dimanfaatkan secara sadar oleh lawan politik sebagai alat propaganda secara by design.

Ihsan pun tak yakin Ahyar tertarik lompat partai. “Saya kira semua orang bisa membaca itu, tidak mungkin dia akan membuat pernyataan yang dapat menjadi amunisi bagi orang lain untuk melemahkannya,” tegasnya.

Mundurnya pelaksaan Musda Golkar NTB, waktu pelaksanaannya tidak jelas sampai hari ini, lebih menggambarkan sengitnya persaingan itu. “Ini justru yang membuat Musda semakin menarik disimak,” ujarnya.

Lantas membandingkan Ahyar dengan Suhaili, mana yang lebih berpeluang? “Kalau menurut saya, Suhaili lebih terlihat,” ulasnya.

Munculnya rumor Zulkieflimansyah-HM Suhaili FT sebagai pasangan untuk Pilgub mendatang, menggambarkan ada perhitungan politik yang membuka peluang Suhaili, sebagai tokoh yang akan tampil lagi di Pilgub mendatang. “Secara geopolitik kita juga bisa membaca, Suhaili paling tidak punya massa Lombok Tegah dan dukungan (Yatofa) Bodak (Loteng),” ulasnya.

Sementara Ahyar, setidaknya memiliki massa kewilayahan di Kota Mataram sebagai modal awalnya. “Walaupun tidak sebesar massa Suhaili,” ulasnya.

Di samping modal massa itu, tak kalah penting adalah modal logistik. Tetapi hal ini masih misteri. Apakah para pemodal yang bergerak di belakang Ahyar dan Suhaili pada Pilgub 2018 lalu, masih mau royal.

Atau mereka dapat mencari pemodal baru di Pilgub nanti. “Sementara dukungan birokrasi, saya kira dua-duanya posisinya sama, sama-sama sudah tidak menjabat lagi,” terangnya.

Tetapi Ikhsan melihat, paling tidak ikatan Suhaili dengan Paslon yang terpilih di Loteng HL Pathul Bahri-H Nursiah (Maiq Meres) cukup dekat. Dibanding Ahyar dengan Paslon terpilih saat ini di Kota Mataram H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman.

“Kita tidak tahu ke depan seperti apa perubahan petanya, yang penting saat ini clue-nya, calon Ketua Golkar NTB harus berani tampil di Pilgub, dan saya lihat Ahyar masih berani,,” ujarnya seraya tersenyum.

Sebelumnya, H Ahyar Abduh menegaskan kesiapannya menduduki nakhoda Golkar NTB. Namun wali kota Mataram dua periode itu, belum mau bicara panjang lebar target di Pilgub mendatang. “Pada prinsipnya kita siap (ditunjuk sebagai ketua),” katanya.  (zad/r2)

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks