alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Caleg Hanura Kompak Dorong Wirausaha Muda

SELONG-Peluang tumbuhnya wirausaha baru semakin terbuka lebar. Generasi muda diharap berani mengambil kesempatan itu.

Ketua DPD Hanura NTB H Syamsu Rijal mengatakan, perkembangan sektor pariwisata di daerah ini cukup baik. MotoGP yang segera dihelat di tanah Sasak juga diyakini memberI dampak besar. ”Masyarakat kita bisa mengambil peluang itu,” ujar pria yang juga anggota DPRD NTB, Selasa ( 26/2).

Caleg DPRD NTB Dapil III atau kawasan Lombok Timur bagian utara dari Hanura nomor satu ini mengatakan, dengan asumsi wisatawan yang melonjak tajam, maka keberanian memulai usaha harus dari sekarang. ”Kalau dilakukan mulai sekarang, maka dua tahun lagi, ketika MotoGP, kita sudah siap menjadi pemain besar. Jangan hanya jadi penonton,” tegasnya.

Baca Juga :  Musda Golkar NTB, H Mohan : Bila Diperintah, Saya Siap!

Wirausaha tidak selalu harus dimulai dengan modal yang besar. Ia mencontohkan, usaha kuliner atau pertanian. Generasi muda yang punya visi dan semangat sama bisa mulai membentuk kelompok usaha. ”Kuliner pasti tumbuh dan demand untuk mengisi kebutuhan kuliner ini bisa jadi peluang usaha,” ujarnya.

Dengan keberanian generasi muda untuk berwirausaha, maka pertumbuhan ekonomi di NTB akan bergerak mandiri. ”Saya siap mendukung anak-anak muda yang serius dan bertekad berwirausaha,” kata Rijal.

Senada dengannya, Caleg Hanura DPRD NTB Dapil IV kawasan Lombok Timur bagian selatan nomor satu Lale Yaqutunnafis mengatakan, sektor UMKM merupakan sektor yang akan ia dorong. Dia percaya, banyak potensi ekonomi berbasis sumber daya alam di desa yang belum dikelola maksimal. ”Misalnya potensi kerajinan tenun, ini akan sangat membantu generasi muda perempuan kita,” katanya.

Baca Juga :  Maju di Pilbup KLU, Suardi Lepas Jabatan Sekda Lombok Utara

Hasil turun lapangan hingga ke desa terpencil, banyak potensi yang bernilai ekonomis tapi belum digarap maksimal. ”Itulah perlunya peran serta pemerintah,” ucapnya.

Hal yang paling sederhana adalah bagaimana memanfaatkan sampah anorganik seperti sampah plastik. Jika dikreasikan menjadi kerajinan tangan, sampah yang tadinya tidak berguna bisa memiliki nilai ekonomis yang tinggi. ”Kalau ini dikelola, maka bukan saja bisa mendukung program NTB Zero Waste, tapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja di desa,” ucapnya. (yuk/r4/*)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/