alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

PTPS Ujung Tombak Pengawasan

MATARAM-Peran pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) sangat vital. Untuk itu Bawaslu NTB berharap seluruh PTPS di NTB yang dilantik bisa bekerja maksimal.

Komisioner Bawaslu NTB Divisi Organisasi dan SDM Itratif mengatakan PTPS harus  memahami tugas, kewajiban, dan kewenagannya. Yang paling penting, PTPS harus berani bertindak jika terjadi pelanggaran. ”Pelantikan dilakukan sampai besok. Untuk seluruh NTB ada 15.989 orang. Satu PTPS di tiap TPS,” ujarnya, kemarin.

Menurut Itratif, PTPS sebagai ujung tombak pengawasan sangat menentukan kualitas pelaksanaan pungut hitung. Mulai dari memastikan distribusi C6, hingga memastikan pemilih yang memilih tercatat. Mereka juga berperan hingga penghitungan suara di TPS. ”PTPS dapat melakukan pencegahan terhadap pelanggaran yang terjadi. Bahkan dlm kondisi tertentu, PTPS bisa merekomendadikan PSU (Pemungutan Suara Ulang,Red),” jelasnya.

Satu PTPS di satu TPS, dibenarkan Itratif bukan jumlah yang ideal. Namun pihaknya tetap akan memaksimalkan kinerja petugas yang ada. Bawaslu lanjutnya, juga sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait pengawasan partisipatif. ”Jadi bukan hanya menyukseskan pemilu dengan menggunakan hak pilih. Tapi masyarakat juga bisa berkontribusi dalam melakukan pengawasan,” tandasnya.

Terpisah Komisioner Bawaslu Mataram Divisi Organisasi dan SDM Muhammad Yusril menjelaskan untuk wilayah Mataram ada 1.274 PTPS yang akan bekerja. Mereka mulai gencar bekerja sepekan sebelum hingga sepekan sesudah pemungutan suara.

Yusril berharap pada saat pemungutan dan penghitungan suara, PTPS maksimal bekerja. ”Karena mereka ujung tombak pengawasan saat proses pungut hitung maka kami akan memberikan pelatihan tersendiri,” ujarnya.

Karena menjadi ujung tombak pengawasan dalam proses di TPS, Bawaslu kabupaten/kota didampingi Bawaslu NTB akan memberikan pelatihan pada PTPS. Termasuk simulasi saat bertugas di TPS.Yusril menekankan PTPS akan bekerja mulai dari distribusi logistik ke TPS hingga pembagian C6 ke wajib pilih. Peran PTPS disini untuk memastikan wajib pilih benar-benar menerima C6. ”Yang terpentig PTPS harus paham aturan main dan berani bertindak jika ada indikasi pelanggaran,” pungkasnya. (puj/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks