alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Dr Zul Berpeluang Pimpin NWDI

MATATAM-Tiga tokoh beken berpeluang besar terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dalam Muktamar 1 yang akan dilaksanakan pada 29-31 Januari di Pondok Pesantren Darunnahdlataian NWDI Pancor.

Mereka antara lain Mantan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi (TGB); Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah; dan Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Konfirmasi terbukanya peluang tiga tokoh itu bersaing menakhodai NWDI disampaikan Anggota SC Muktamar 1 NWDI TGH Najmul Akhyar.

“Kalau ditanya mungkin (salah satu dari tiga tokoh itu mengetuai NWDI) maka saya jawab, mungkin,” katanya kemarin (21/1).

Dr Zul, sapaan akrab Zulkieflimansyah, kabarnya telah mengantongi syarat tampil yakni telah berstatus sebagai kader NWDI.

Bupati Lombok Utara periode 2015-2020 mengatakan, ormas NWDI merupakan organisasi terbuka. Kader memiliki hak yang sama berkontribusi menyumbangkan ide, pikiran, dan tenaga membesarkan organisasi.

Kapasitas organisasi sebagai wadah perjuangan untuk bangsa dan agama sebagai titik tekannya.

“TGB telah menekankan di berbagai kesempatan, bahwa organisasi sangat terbuka bagi kader yang memiliki kompetensi, bukan bagi dzurriyat (keturunan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Red) saja,” tekannya.

Baca Juga :  Pilkada 2024: di Lotim Ada Rumaksi, Abdul Hadi, Hingga Ahsanul Khalik

Keterbukaan ini diharapkan sebagai momentum emas bagi NWDI mendunia.

Dirinya juga menjamin tidak ada perintah pada pengurus wilayah, daerah, dan pemilik suara lainnya untuk memilih figur tertentu. Hal ini sebagai komitmen organisasi terbuka pada siapa saja yang memenuhi kriteria sesuai AD/ART.

“Tidak ada prakondisi (mendesain untuk memilih tokoh tertentu), jadi organisasi sangat inklusif,” tekannya.

Para pemilik suara diyakinkan berdaulat sepenuhnya atas pilihan masing-masing.

Senada disampaikan Ketua OC Irzani. “Jadi silakan siapa saja yang berkeinginan untuk tampil, organisasi sangat terbuka, apalagi syarat tampil harus pernah menjadi pengurus tidak lagi menjadi keharusan,” katanya.

Jadi baik TGB, Dr Zul, Rohmi, dan kader lainnya diberi ruang seluas-luasnya berkompetisi secara sehat. Menjadi nakhoda Ormas NWDI.

“Muktamar ini bukan hanya sekadar seremonial,” tekannya.

Para calon ketua umum akan merebutkan dukungan 578 pemilik suara.

Sekadar diketahui, NWDI selain saat ini menjadi nama ormas, juga merupakan nama madrasah yang telah berdiri selama 87 tahun.

“Selama itu, NWDI telah menjadi sumber dan pangkal tolak perjuangan kebangsaan dan keislaman, berkhidmat untuk umat dan membangun Indonesia maju,” jelasnya.

Baca Juga :  Perkuat Silaturrahmi, PPP NTB Siap Tempur di Pemilu 2024

Muktamar akan mengangkat tema “Khidmat Kepada Umat, Bangun Indonesia Maju”.

Selain memilih ketua umum, Muktamar juga akan menjadi ajang untuk merumuskan AD/ART, berbagai masalah keagamaan, garis besar program NWDI 5 tahun ke depan, menyusun rekomendasi terkait pergerakan dan kontribusi NWDI untuk kemaslahatan bangsa.

Jumlah nahdiyin yang akan menyemarakkan Muktamar sebanyak 1.244 peserta dari 27 provinsi di Indonesia.

“Lalu ada perwakilan khusus dari empat negara yakni Arab Saudi, Mesir, Yaman, dan Malaysia,” ungkapnya.

Peserta Muktamar berasal dari utusan; pengurus besar, pengurus wilayah, pengurus daerah, pengurus cabang, pengurus perwakilan, dan pimpinan pusat badan otonom.

Sedangkan peninjau muktamar berasal dari pimpinan pesantren, cendikiawan, tokoh Agama & masyarakat yang diundang khusus.

“Muktamar dilaksanakan dengan model hibrid, offline di Pancor dengan Prokes ketat Covid-19 dan online melalaui platform zoom meeting,” jelasnya.

Direncanakan muktamar akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo dan dihadiri beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju; Seperti Mendikbud RI, Menteri Agama, Menteri BUMN, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Turut diundang Pengurus Besar Ormas Islam Indonesia yang terhimpun dalam LPOI. (zad/r2)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/