alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Selain Foto, Ini Amunisi Farouk Gugat Evi

MATARAM-Calon Anggota DPD RI Prof H Farouk Muhammad benar-benar menepati janjinya. Memperkarakan wajah Evi di surat suara yang dinilai terlalu cantik ke Mahkamah Konstitusi (MK). Laporan Farouk tercatat dalam laporan ke tiga yang masuk ke MK.

Laporan diterima MK pada Kamis (23/5) pukul 16.00 wita. Dengan nomor APPP 02-18/AP3-DPD/PAN.MK/2019. Farouk menunjuk kuasa hukum  A. Irmanputra Sidin & Associates.

“Dia telah merekayasa fotonya,” tuding Sudirman, salah satu Tim Saksi Farouk.

Tapi rupanya selain memperkarakan foto Evi yang dinilai terlalu cantik dan dituding sebagai bentuk pelanggaran administrasi pemilu. Kuasa hukum Farouk rupanya juga telah menyiapkan amunisi lain. Menggoyang Evi di puncak perolehan suara DPD RI.

Mengutip dari file permohonan kuasa hukum Farouk yang diperoleh Lombok Post. Selain soal foto, Evi diduga Money Politik dan Menggelembungkan Suara.

“Calon anggota DPD dengan nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya telah melakukan manipulasi atau pengeditan terhadap pas foto di luar batas kewajaran,” tulis Irmanputra Sidin dalam lampiran Permohonan Pembatalan Keputusan KPU RI no. 987/PL.01.8-Kpt/06/KPU/V/2019.

Mereka berencana menghadirkan saksi ahli foto. Membuktikan foto itu telah dimanipulasi atau diedit secara belebihan. Bahkan, membuktikan juga foto yang diserahkan itu bukan diambil dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Kasus Evi lalu disandingkan dengan salah satu calon Bupati di Bengkulu Selatan. Di mana calon tersebut akhirnya didiskualifikasi oleh MK, karena terbukti mantan narapidana.

“Melakukan kebohongan terhadap publik,” imbuhnya.

Terkait, dugaan Money Politik oleh Evi. Pihak Farouk mengantongi bukti telah ada bagi-bagi sembako. Buktinya akan dibeberkan di persidangan begitu juga saksi dan tempat pembagiannya.

Kecurigaan Money Politik, karena di sembako itu dilengkapi juga dengan arahan yang berisi tulisan.

“Mohon doa dan dukungan segenap masyarakat NTB Cerdas, Peduli, Tanggap menyalurkan Aspirasinya, Pilih Nomor 26,” kutipnya.

Sedangkan tudingan penggelembungan suara diduga dilakukan di desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah. Dilakukan di empat TPS. Dugaan didasari atas perbedaan angka di form C1 dan DAA1. Total penggelembungan suara Evi ditemukan sebanyak 37 suara.

Tudingan lainnya, kuasa hukum Farouk juga mengantongi bukti ada Alat Peraga Kampanye (APK) Evi menggunakan logo DPD RI. Padahal Evi disebut belum pernah menjadi anggota DPD RI.

“Telah nyata mengelabuhi dan menjual lambang negara untuk mengelabuhi publik,” tudingnya.

Marwan, staf penghubung  Evi Apita Maya membantah Evi telah melakukan money politik dengan bagi-bagi sembako. Sebaliknya ia menyebut selama kampanye logistik malah disiapkan oleh masyarakat.

“Mungkin tidak ada yang percaya, tapi begitulah, dalam berbagai perjumpaan dengan masyarakat mereka yang siapkan ala kadarnya,” kisah Marawan.

Menurutnya cara masyarakat menjamu calon DPD RI merupakan  bentuk ekspresi senangnya dikunjungi calon DPD RI. Sementara kebanyakan calon lain, enggan turun langsung dan membangun komitmen dengan rakyat.

“Kami pernah mau ganti uang transport para relawan tapi ditolak,” contohnya.

Karenanya, ia menyebut tudingan jual beli suara tidak relevan dengan fakta di lapangan. Sementara itu, Evi sendiri enggan mengomentari segala tudingan terhadap dirinya. Ia mengaku bosan dituding macam-macam dan memilih mekanisme hukum yang menjawab tudingan pada dirinya.

“Nanti itu biar jadi urusan KPU (di MK) kan sudah di tok (ditetapkan),” tandasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks