alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Dana Tak Kunjung Cair, Isu Penundaan Pilkada Serentak Kembali Bergulir

MATARAM-Isu penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 muncul lagi. Musababnya usulan tambahan anggaran KPU RI Rp 4,7 triliun belum dicairkan Pemerintah Pusat. Tambahan itu untuk memenuhi semua kebutuhan pemilu di tengah Pandemi Covid-19 se Indonesia.

KPU RI sebelumnya berharap anggaran bisa diterima paling lambat 24 Juni. Tapi sampai dengan batas waktu itu, tambahan yang diharapkan belum juga diberikan.

Lantas bagaimana KPU di NTB merespon anggaran yang belum cair? “Di daerah tidak ada masalah,” kata Ketua KPU NTB Suhardi Soud, Jumat (26/6) lalu.

Hasil koordinasi KPU NTB dengan KPU kabupaten/kota yang akan melakukan verifikasi faktual (verfak) semua sudah mulai berproses. “Saya nggak ngerti ya teknis keuangannya tapi seperti Lombok Tengah itu APD-nya sudah siap,” terangnya.

Selain itu KPU Kota Mataram mislanya PPS dan tim verifikator telah di rapid test. “Besok (hari ini, Red)  Lombok Tengah giliran yang di rapid,” jelasnya.

Rapid test PPS dan tim verifikator untuk memastikan mereka bebas dari virus Korona. “Iya lah (agar tidak jadi carrier virus bagi masyarakat),” tegasnya.

Sejauh ini berbagai laporan persiapan KPU kabupaten/kota membuat KPU NTB optimis. Pelaksanaan Pilkada Serentak di NTB tetap bisa berjalan lancar. “Jadi kita di daerah laksanakan saja. Kita optimis,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Mataram Husni Abidin menjelaskan usulan anggaran Rp 4,7 triliun oleh KPU RI untuk membeli APD. Di dalamnya juga sudah masuk usulan KPU Kota sebesar Rp 4 miliar rupiah.

Sementara, anggaran pelaksanaan Pikada tidak ada yang berubah. “Kalau anggaran tahapan tidak ada yang diganggu-gugat,” terangnya.

Namun Husni belum tahu berapa anggaran yang disetujui pemerintah pusat. Dari total usulan tambahan yang diajukan. “Belum tahu, tapi kami berharap tentu sesuai dengan usulan kami,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks