alexametrics
Senin, 27 Juni 2022
Senin, 27 Juni 2022

Pilkada 2020, Golput Unggul di Loteng dan Mataram

MATARAM-Angka Golput di Kota Mataram dan Lombok Tengah (Loteng) tertinggi. Bahkan jumlah Golput di sana melampaui perolehan suara paslon peraih dukungan tertinggi.

Hal ini membuat Golput unggul dari sisi angka di dua daerah itu. “Kinerja penyelenggara pemilu harus dievaluasi,” kata Ketua Komisi I DPRD NTB M Syrajuddin.

Politisi PPP itu melihat, penyebab golput bukan semata-mata sosialisasi yang tidak menyeluruh. Daerah seperti Mataram didukung infrastruktur media komunikasi, ternyata partisipasi pemilih paling rendah.

Situasi ini berbanding terbalik dengan Dompu dengan infrastruktur media yang belum sebaik di Mataram. Tetapi sukses menjadi daerah dengan partisipasi pemilih tertinggi di NTB. “Berkaitan (juga dengan) kesadaran masyarakat (dalam berdemokrasi),” ulasnya.

Syrajuddin mendorong ada evaluasi menyeluruh terhadap rangkaian kegiatan Pilkada serentak di semua daerah.

Baca Juga :  Demokrat Mataram Targetkan Rebut Enam Kursi di Pemilu 2024

Selain soal kesadaran, hal yang perlu diperhatian juga terkait kepercayaan publik. Penyelenggara dalam hal ini KPU atau Bawaslu harus mampu membangun kepercayaan masyarakat pilkada bisa berjalan jujur dan adil.

Bawaslu misalnya, harus tegas menindak pelanggaran. “Saya melihat Bawaslu kurang maksimal menindak pelanggaran misalnya keterlibatan ASN,” ungkapnya.

Hal ini dapat berimbas turunnya kepercayaan publik. Pada akhirnya membuat warga  enggan datang ke TPS karena menggap suara mereka tidak mampu melawan berbagai potensi kecurangan.

Di sini peran Bawaslu diminta meyakinan masyarakat suara mereka tidak sia-sia. “Bawaslu jangan hanya mengesankan diri menunggu laporan tetapi harus turun melakukan penindakan,” sarannya.

Sekalipun partisipasi pemilih menyangkut kesadaran, tetapi peran penyelenggara sangat besar mendorong warga mendatangi TPS. Kepercayaan publik harus dibangun dengan langkah tegas menindak pelanggaran.

Baca Juga :  Dua Langkah Lagi, Ponpes di NTB Bakal Dapat Anggaran di APBD

Anggaran sosialisasi yang dikelola pun harus digunakan semaksimal mungkin mengajak warga datang ke TPS. “Perlu kreativitas dan trobosan,” tekannya.

Setidaknya hal inilah yang menjadi evaluasi Komisi I DPRD NTB, selama mengawasi Pilkada Serentak 2020 melalui Desk Pilkada. “Insya Allah nanti kita usulkan ada evaluasi penyelenggara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Kota Mataram H Husni Abidin menyebut sudah berupaya maksimal sosialisasi Pilkada. Sekalipun hasilnya di bawah target, tetapi dia menyebut partisipasi pemilih meningkat dibanding Pilkada 2015. “Ya lumayanlah ada peningkatan 10 persen,” ujarnya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/