alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Belum Mekar, Kongsi PDIP-PKS di Pilbup Sumbawa Bubar

MATARAM-PKS ogah dikait-katikan dalam ragam polemik Bupati Petahana HM Husni Djibril dengan partainya PDIP. “Karena itu kami putuskan menarik diri dari koalisi PKS-PDIP di Sumbawa,” kata Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) PKS Sumbawa Sambirang Ahmadi.

PKS tidak ingin dianggap terlibat dalam kegaduhan Husni dengan pimpinan partainya di tingkat DPD PDIP NTB. Apalagi PKS dan PDIP memiliki simbol pejabat publik. “Pak Zul sebagai Gubernur NTB (dari partai PKS) dan ada Pak Husni (dari PDIP) bupati Sumbawa hubungan beliau harus tetap baik,” imbuhnya.

Keputusan ini telah diambil dalam rapat TPPD dengan TPPW PKS NTB. “Kondisi senap, semu, nyaman, nyawe (adem, aman, nyaman, damai, Red) jauh lebih penting dari segalanya,” ujarnya.

PKS nampak risih dengan kisruh yang berkembang antara Husni dengan partainya.“Kami tidak mau tokoh-tokoh PDIP ribut karena keterlibatan PKS dalam koalisi,” ulasnya.

Namun sikap ini tidak akan mempengaruhi koalisi di daerah lain. “Kalau di Mataram, KSB, dan daerah lain tidak ada masalah,” ujarnya.

Dengan atau tanpa PDIP, PKS tetap akan bertarung di Pilbup Sumbawa 2020. Langkah menarik diri dari koalisi ini bukan berarti PKS menutup pintu buat agar PDIP tidak boleh masuk di koalisi PKS. “Ya kalau sesuai mekanisme nanti akhirnya PDIP dan PKS satu perahu alhamdulillah,” imbuhnya.

Dengan kata lain PKS akan menempuh mekanisme partainya sendiri. Begitupun PDIP akan menempuh mekanisme yang ada di sana. “Perahu siapa yang paling cepat merapat di dermaga itulah pemenang, tapi semua selamat sampai tujuan,” harapnya.

Anggota Tim Desk Pilkada PDIP NTB Raden Nuna Abriadi menanggapi langkah PKS menarik diri dari koalisi di Sumbawa. “Saya pikir itu ranah kewenangan PKS secara kelembagaan organisasi,” katanya.

PDIP tidak akan turut campur terlalu dalam dengan keputusan PKS. Hanya saja supaya tidak ada simpang siur dan mispersepsi langkah komunikasi akan ditempuh. “Kami akan segera berkomunikasi (dengan PKS)” ujarnya.

Terkait salah satu pemicu PKS tarik diri yakni diungkanya kasus hukum Husni yang sudah lama, Nuna enggan mengomentari spesifik. “Itu hak mereka, menilai dan menganalisa hal itu,” cetusnya.

Namun dia meyakinkan sikap PKS tidak akan menganggu koalisi PDIP-PKS di daerah lain. Termasuk di Kota Mataram yang selama ini dinarasikan sebagai barter politik Sumbawa. “Sumbawa dan Mataram dua hal berbeda di Mataram sudah sangat final dan mengikat,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks