alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Adi Tahir Bantu Kepulangan Inaq Juminah

PRAYA-Suasana haru menyelimuti keluarga Inaq Juminah warga Lingkungan Sesake, Praya Tengah, Lombok Tengah menyambut kedatangannya. Meski logatnya sudah bercampur Betawi, dia masih mengenali kerabat dekatnya.

Sudah 17 tahun lamanya Inaq Juminah pergi meninggalkan rumah. Tepatnya pada 2002 saat dia masih bersuami, saat itu dia lari dari rumah karena banyak persoalan yang dihadapi. Berbekal sedikit uang dan pakaian seadanya, dia meninggalkan Pulau Lombok. Banyak pengalaman pahit yang dialami nenek 65 tahun ini hingga akhirnya tiba di Jakarta.

Tanpa bekal yang cukup, Juminah hidup sebatang kara. Tidak ada sanak saudara ataupun kerabat yang dituju. Hingga akhirnya dia menjadi gelandangan. Tidak sampai di situ, dia terpaksa harus menjalani kehidupan di panti sosial. Bahkan, Juminah mengaku pernah dikumpulkan bersama orang-orang gangguan jiwa. ”Saya pernah disuruh telanjang dan dikumpulkan sama orang gila gitu. Tapi saya nggak mau meski dipukul berkali-kali,” kisahnya.

Perantauan Juminah tidak saja di Jakarta. Selepas dari panti sosial, dia pergi ke Jawa Barat, tepatnya Sukabumi. Untungnya, ada yang mau menampungnya, dia pun memperoleh pekerjaan. Selama itu juga dia memendam rasa rindu dengan keluarganya di Lombok.

Baca Juga :  Infrastruktur di Sumbawa Banyak yang Memprihatinkan

Selama itu, Juminah terus berdoa agar bisa bertemu keluarganya. Hingga akhirnya, petugas panti mencoba mencari informasi mengenai keberadaan keluarganya. Terlebih, petugas tersebut punya kenalan seorang polisi yang bertugas di Lombok Barat. Ristan, keponakan Juminah, mengatakan pihak keluarga langsung menyambut informasi itu. Pihaknya berkoordinasi dengan kepala desa, aparat Babinsa, hingga petugas Dinas Sosial Lombok Tengah. ”Setelah melalui sejumlah proses, baru kami bisa menghubungi ibu kami di Jakarta melalui video call,” ujar Ristan.

Pemulangan Juminah tidak semulus yang dikira. Birokrasi berbelit menjadi salah satu kendala. Keterbatasan anggaran juga menjadi alasan klasik. Tiga bulan berlangsung sejak ditemukan, Juminah belum dapat bertemu anak-anaknya. Hingga akhirnya pihak keluarga mengadu kepada H Adi Putra Darmawan Tahir, salah satu anggota DPR RI Dapil NTB dari Fraksi Golkar.

Baca Juga :  Abdul Hadi Diminta Aktif Sosialisasikan Diri untuk Pilkada Lotim

Mendengar hal itu, Adi Tahir bergerak cepat. Dia berkoordinasi dengan pihak terkait. Selanjutnya, dia membiayai semua kebutuhan Juminah. ”Saya terharu mendengar kisah ibu Juminah ini. Saya nggak bisa membayangkan bagaimana seorang ibu terpisah dari anaknya selama 17 tahun,” ujar Adi.

Kisah Juminah bukan yang pertama. Menurut politikus yang kembali maju sebagai Caleg DPR RI Dapil NTB II nomor urut empat ini, kisah serupa banyak dialami TKI di beberapa negara. Mereka ada yang tertipu agen pengiriman tenaga kerja, perusahaan perjalanan umrah palsu, bahkan ada yang kabur dari tempat kerjanya.

Adi Tahir menegaskan, pihaknya berupaya maksimal untuk mengadvokasi dan membantu mereka. ”Kasus seperti Juminah ini bisa saja terjadi terhadap siapa saja. Saya mengimbau agar masyarakat saling memperhatikan satu dengan lainnya. Pererat silaturahmi dan terpenting segera lapor pihak berwajib jika ada anggota keluarga yang hilang,” tegasnya. (*/r4)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/