alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Gugatan Sumarni Ditolak PTUN

MATARAM-Gugatan caleg Golkar DPRD Lombok Tengah (Loteng) Baiq Sumarni terhadap putusan KPU Loteng ditolak PTUN Mataram, kemarin.

Baiq Sumarni mengajukan gugatan ke PTUN karena namanya dicoret dari DCT DPRD Lombok Tengah (Loteng). Pencoretan ini dilakukan KPU Loteng berdasarkan putusan PN Praya terhadap kasus tipilu yang menjerat Baiq Sumarni, dia dinyatakan terbukti bersalah.

Menanggapi putusan PTUN Mataram tersebut, Kuasa Hukum Baiq Sumarni, Muhanan mengatakan pihaknya akan ke Bawaslu Loteng terlebih dulu. Karena putusan PTUN ini menilai surat yang dikeluarkan Bawaslu Loteng bukan merupakan putusan yang bisa ditindaklanjuti PTUN. ”Setelah ada vonis kita sudah mengajukan gugatan ke Bawaslu. Tapi Bawaslu hanya menerbitkan surat bahwa gugatan tidak diregister,” ujarnya.

Muhanan menambahkan, gugatan tidak diregister dengan alasan ada surat edaran dari Bawaslu RI. Padahal undang-undangnya diyakini ada. ”Kita akan ke Bawaslu dulu. Hakim tidak bisa menerima gugatan karena surat Bawaslu tidak diregister,” tandasnya.

Komisioner KPU Loteng Divisi Sosialisasi Alimudin yang hadir dalam sidang mengataka pihaknya dalam posisi menjalankan hasil putusan sidang. ”Apa hasil sidang itu yang kita ikuti dan tindaklanjuti,” katanya.

Terpisah, Komisioner Bawaslu NTB Divisi Penindakan Umar Achmad Seth menjelaskan Bawaslu dalam menangani pelanggaran dasarnya adalah peraturan perundang-undangan yang mengatur fungsi dalam menangani pelanggaran.

Peristiwa ini bermula dari pelanggaran kampanye yang dilakukan Baiq Sumarni yakni pelibatan ASN. Pelanggaran ini selanjutnya diproses ke Gakkumdu yang didalamnya ada Bawaslu, kepolisian dan jaksa. ”Nah proses ini menghasilkan putusan pengadilan,” katanya.

Umar menambahkan dalam pasal 285  Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 menyatakan bahwa putusan pengadilan tidak lagi mampir ke Bawaslu. KPU bisa langsung mengeksekusinya tanpa harus memberi pemberitahuan atau meminta persetujuan dari Bawaslu. ”KPU mengeluarkan yang bersangkutan dari DCT dengan putusan hukum dari pengadilan,” katanya.

Berdasarkan surat edaran Bawaslu RI Nomor 0312 yang dikeluarkan 14 Feburari 2019, tidak membolehkan Bawaslu meregister perkara yang lahir dari putusan pengadilan. Menurut Umar, jika melihat Pasal 471 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 menyatakan putusan PTUN bersifat final dan mengikat serta tidak dapat dilakukan upaya hukum lain. (puj/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks