alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Warti’ah: Ini Era Kebangkitan PPP!

MATARAM-PPP sukses mencatatkan raihan gemilang di pemilu 2019 kali ini. Data statistik memperlihatkan, angka pergeseran kepercayaan publik cukup tinggi pada partai berlambang kabah tersebut.

Peningkatan terlihat di semua jenjang pemilihan untuk kursi Legislatif. Baik di DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga DPR RI.

“Ini era kebangkitan PPP yang luar biasa,” kata Hj Warti’ah dengan nada menggebu.

Pada Dapil I DPR RI NTB, di tahun 2014 perolehan PPP sebanyak 30.496 suara. Pada tahun 2019 ini, naik menjadi 59.182 suara. Ada kenaikan sebesar 28.696 suara. Selain itu peningkatan raihan suara juga terlihat di dapil II DPR RI dapil NTB dan DPRD NTB (lihat grafis).

Peningaktan signifikan juga terlihat di DPRD Kabupaten/Kota. Warti’ah mencatat dari 35 kursi di tahun 2014 perolehan naik menjadi 37 kursi di tahun 2019.

“Dari dua kursi pimpinan dewan, kita sekarang dapat empat kursi pimpinan,” jelasnya.

Ke empat kursi pimpinan dewan itu antara lain di raih di Lombok Barat yang meraih lima kursi. Selanjutnya di Lombok Tengah yang mendapat enam kursi, Lombok Timur lima kursi, dan Kabupaten Bima lima Kursi.

“Sementara di DPRD NTB, kita bisa ke luar jadi tiga besar dan meraih satu kursi pimpinan dewan yakni wakil,” terangnya.

Lebih membuat Warti’ah haru, keberhasilan ini justru ketika PPP tengah dilanda banyak persoalan. Utamanya, persoalan internal partai. Salah satunya, penangkapan ketua umum PPP Romahurmuziy pertengahan Maret lalu.

“Ujian ini komplit, terakhir (penangkapan Romahurmuziy) semua tahulah, tapi Alhamdulillah PPP NTB, termasuk provinsi dengan peningkatan sangat baik, bahkan dibanding dengan di seluruh Indonesia,” terangnya.

Ia berharap catatan gemilang ini tetap dijaga baik. Dengan bekerja sebaik-baiknya dan memberikan perhatian terbaik pada masyarakat yang telah mempercayakan pilihannya pada PPP.

“Jaga kekompakan,” tekannya.

Sementara itu, Warti’ah sendiri telah ancang-ancang untuk memaksimalkan fungsi legislasinya. Wanita yang juga ketua DPW PPP NTB ini, bahkan sudah meniatkan untuk membangun lima rumah aspirasi.

“Nantinya itu akan bernama Rumah Aspirasi Warti’ah,” terangnya.

Rumah Aspirasi itu nantinya akan digunakan untuk menampung segala harapan dan cita-cita masyarakat dalam pembangunan. Sehingga, program yang digelontorkan nantinya benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Saya akan bangun komunikasi dengan rakyat di sana,” yakinnya. (zad/r2/Advertorial)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks