alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Pilkada Serentak NTB di Tengah Korona, Anggaran Bakal Membengkak

MATARAM-Pemerintah dan Penyelenggara Pemilu terlihat semakin bulat dan matang, akan menyelenggaran pilkada serentak di Desember 2020. Hal ini terlihat dari persiapan KPU menyiapkan teknis pemilihan di tengah Pandemi Covid-19.

KPU Pusat akan mengusulkan tambahan anggaran Rp 535,9 miliar untuk membeli berbagai keperluan yang mendukung protokol pandemi. Mulai dari APD hingga wacana pencoblosan menggunakan tusuk gigi. “(Untuk teknis lebih detailnya) kita menunggu standar pemilihan dengan protokol covid-19,” kata Ketua KPU NTB Suhardi Soud, kemarin (28/5).

Tetapi secara umum digambarkan proses pemilihan Desember nanti di bawah protokol pandemi. Para petugas penyelenggara pemilu akan dilengkapi masker, baju pelindung diri, sarung tangan, pelindung wajah, tong air, sabun cuci tangan, tisu, hingga cairan disinfektan.

Berbagai kebutuhan itu telah terakomodir dalam usulan anggaran Rp 535,9 miliar. Selain itu untuk membeli masker bagi para pemilih di berbagai daerah.

KPU juga berencana mengganti alat coblos kertas. Semisal dengan menggunakan tusuk gigi untuk menghindari penyebaran virus karena penggunaan alat coblos sama. Selama ini KPU diketahui menggunakan paku, namun dikhawatirkan bila itu dipakai lagi secara bergantian oleh pemilih jadi media penyebaran korona.

KPU sebenarnya belum memiliki pengalaman menyelenggarakan pemilihan di bawah pandemi. Sehingga protokol pandemi masih butuh masukkan dari berbagai pihak. “Nanti akan koordinasi dengan gugus tugas nasional,” ulasnya.

Terkait usulan penambahan anggaran itu, KPU NTB masih harus menunggu arahan dari KPU pusat terkait detail protokol pemilihan di bawah pandemi. “Terutama terkait standar pemilihan dengan protokol covid yang berakibat penambahan anggaran,” ulasnya.

Selain itu juga akan konsolidasi dengan KPU kabupaten/kota untuk potensi usulan kebutuhan berbagai fasilitas pemilihan di NTB. “Untuk menelaah anggaran pilkada,” ulasnya.

Sementara itu, Anggota Komisioner KPU NTB Agus Hilman memperkirakan tidak akan ada usulan tambahan anggaran di Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). “Kabupaten/kota saat ini sudah sangat kesulitan anggaran karena terfokus untuk penanganan pandemi semua,” ulasnya.

Segala kebutuhan tambahan anggaran untuk pilkada bulan Desember mendatang kemungkinan besar akan dibebankan ke APBN. “Saya kira semua sudah masuk dalam usulan KPU RI itu (Rp 535,9 miliar)” ujarnya.

Namun kepastiannya, masih harus menunggu seperti apa teknis pelaksanaan pilkada Desember di bawah pandemi. Hilman mengatakan semakin ketat protokol akan berakibat pada semakin membengkaknya anggaran yang dibutuhkan untuk memastikan pemilihan sesuai standar kesehatan. “Ya ini bakal jadi ujian penyelenggara,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks