alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Tidak Puas, KPU NTB Persilakan Calon Independen Ajukan Gugatan

MATARAM- Para Bapaslon Independen tidak hanya diminta menyerahkan berkas perbaikan yang kurang atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Tetapi harus menyerahkan kelipatan dua dari jumlah yang TMS. “Diberi kesempatan mengganti tapi dua kali lipatnya,” kata Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu NTB Hj Yuyun Nurul Azmi, Senin (27/7).

Bapaslon independen harus berjibaku lebih keras lagi mencari berkas dukungan perbaikan. Di Lombok Tengah (Loteng) misalnya Bapaslon Independen Amin-Farhan harus menyerakan berkas perbaikan dengan jumlah lebih besar dari syarat minimal maju calon independen.

Dari total 65.936 berkas yang diserahkan, setelah dilakukan Verifikasi Administrasi (Vermin) dan Verfak yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) 12.757 berkas.

Sebanyak 44.280 berkas dinyatakan TMS. Karena ada aturan kelipatan dua maka yang harus diserahkan minimal 88.560 berkas.

Hanya satu Bapaslon di NTB yang lolos vermin dan verfak dan tidak perlu menyerahkan berkas perbaikan. “Talifuddin-Sudirman tidak ada kekurangan,” terangnya.

Bapaslon Talifuddin-Sudirman telah kantongi syarat minimal Calon Independen di Sumbawa. Dari 42.631 berkas yang diserahkan di awal, sebanyak 30.223 berkas dinyatakan MS. Jumlah ini lampaui syarat minimal  28.105 berkas Calon Independen di Sumbawa.

Selebihnya, 6 bapaslon lain ramai-ramai harus lakukan perbaikan. Proses perbaikan diberikan waktu sampai tanggal 15 Agustus. “Setelah itu baru KPU akan menerbitkan keputusan (lolos atau tidak calon independen, bagi yang tidak puas) bisa ajukan sengketa ke Bawaslu,” terangnya.

Yuyun mengatakan, pengajuan sengketa diberikan waktu tiga hari setelah diumumkan hasil oleh KPU. “Misalnya Senin diumumkan, maka tiga hari itu dihitung mulai Selasa, Rabu, sampai Kamis,” terangnya mencontohkan.

Tiga hari tidak termasuk hari libur. “Jadi hitungannya hanya hari kerja,” jelasnya.

Para Bapaslon yang keberatan dengan hasil KPU nanti terkait hasil perbaikan, dipersilakan menyiapkan bukti-bukti bila ingin ajukan sengketa. “Setelah ada keputusan Bawaslu terkait Sengketa itu sifatnya final dan mengikat,” tegasnya.

Sidang sengketa akan dilakukan di masing-masing kabupaten/kota. “Nanti Bawaslu NTB akan melakukan pengawasan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin sampai sore kemarin masih menunggu berkas perbaikan Bapaslon Independen Dianul-Badrun. “Ya kita siap begadang (sampai pukul 00.00 wita) tunggu berkas pengganti,” katanya.

Husni mengatakan sudah ada konfirmasi dari tim Bapaslon Independen menyerahkan perbaikan. “Tapi sekarang (kemarin, Red) belum masuk,” ujarnya.

Di Loteng, Bakal Calon Bupati (Bacabup) Independen HL Saswadi mengatakan telah menyerahkan berkas perbaikan ke KPU. “Alhamdulillah baru saja (kemarin, Red) kami serahkan melalui tim,” terangnya.

Bapaslon Saswadi-Dahrun harus memperbaiki 21.947 berkas yang TMS. Tetapi karena ada aturan kelipatan dua, maka jumlah minimal yang harus diserahkan 43.894 berkas. “Kami sudah serahkan sebanyak 49 ribu lebih,” ujarnya.

Sas optimis berkas perbaikan itu akan mengantarkannya ke panggung Pilbup Loteng. “Harus optimis,” ujarnya.

Bapaslon Independen lainnya Amin-Farhan tak kalah percaya diri. Amin mengatakan siap menyerahkan 114.039 berkas perbaikan. “Supaya puas,” celetuknya.

Jumlah itu diyakini dapat mengantarkannya ke panggung Pilbup Loteng. Amin mengatakan tingginya jumah berkas TMS untuk pasangannya bukan karena dukungan itu fiktif. Tetapi situasi untuk menghadirkan para pemilik KTP yang tidak memungkinkan saat ini. “Kita diminta kumpulkan orang-orang yang mendukung tetapi saat ini kan lagi Covid,” ujarnya.

Situasi ini berpotensi membahayakan masyarakat. Sehingga Amin lebih memilih menyiapkan berkas pengganti daripada mengumpulkan para pendukung yang akhirnya dinyatakan TMS. “Ya tidak apa-apalah daripada kami membuat masyarakat berpotensi terpapar penyakit lebih baik lakukan perbaikan,” pungkasnya. (zad/r2)

 

Dukungan yang harus diserahkan Bapaslon Independen setelah Verifikasi Faktual se NTB

Daerah            Bapaslon                                                   Kekurangan Berkas*

Mataram           Dianul Hayezi-Badrun Nadianto                   45.988

Loteng              HL Saswadi-HL Dahrun                                43.894

HL Muhammad Amin-TGH L Farhan               88.560

Sumbawa         Rasyidi-Sudirman                                      13.932

Talifuddin-Sudirman                                     –

Dompu            Prof Dr Mansyur-Aris Ansyari                      15.944

Bima               Ruslan H Ismail-Syarimin Puasa                   28.194

*) Setelah dikali dua

 

Sumber: Bawaslu NTB

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks