alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Maju di Pilbup Sumbawa, Tepis “Aji Mumpung” Adik Gubernur

DEWI Noviany memilih akhiri karirnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lompat ke politik. Benarkah karena mantan Guru itu aji mumpung ke politik karena kakaknya H Zulkieflimansyah duduk sebagai Gubernur NTB? Berikut petikan wawancara Lombok Post.

——————-

Ada yang mendesak Mbak Novi mundur dari ASN?

“Kemarin Mbak ajukan permohonan pengunduran diri tanggal 23 Juni, sekalian konsulitasi ke pak Kaban (BKD NTB). Pengunduran itu karena keinginan pribadi. Tetapi sepertinya proses (sampai mundur) akan lama. Harus dilaporkan ke BKN.

Tapi karena saya ingin maju di Pilkada dan sebagai bentuk kenetralitas ASN saya harus mundur,”

Berarti akan masih tetap ngantor?

“Ya sepertinya harus seperti itu. Kalau sudah ditetapkan diberhentikan baru keluar. Saya mundur juga hasil konsultasi ke ahli di KPU dan Bawaslu. Tapi yang penting kita sudah ajukan permohoan. Persolan cepat atau lambat (diberhentikan) biar itu jadi urusan BKN,”

Iya. Memang butuh proses.

“Yang penting kita sudah selesai kewajiban kita. Supaya saya juga bisa tenang ikuti proses Pilkada. Selama ini kita ada Persoalan Pegawai Negeri (yang mengganjal).

Ya memang melekat di kita fasilitas negara. Tapi saya pastikan tidak pernah pakai fasiltas kantor (selama mempersiapkan diri ke Pilbup Sumbawa),”

Mengapa tertarik terjun di Politik?

“Saya ingin ikhtiarkan keterwakilan perempuan. Kita ingin buat sejarah. (Calon pemimpin perempuan) belum pernah ada di Sumbawa. Saatnya perempuan berani tampil. Bima pemimpinnya perempuan, di Lobar pemimpinnya perempuan, Kota Mataram sekarang ada calon perempuan.

Kenapa Sumbawa tidak berani. Harus berani,”

Mungkinkah mumpung Bang Zul jadi Gubernur dan punya jaringan politik kuat?

“Nggak. Nggak ada itu. Jujur Pak Gub (H Zulkieflimansyah, Red) nggak pernah suruh-suruh (saya ikut Pilbup),”

Tapi kesempatan lebih terbuka karena jadi adik Gubernur?

“Pak Gub kan ndak pernah bersatemen seperti itu. Saya bismilah, karena saya lihat perempuan Sumbawa sekarang lebih berani,”

Ukuran keberaniannya?

“Di DPRD Sumbawa dari satu srikandi sekarang sudah jadi enam orang. Saya lihat ini momen kebangkitan perempuan (di Sumbawa). Bismillah. Itu yang membuat saya semangat. Ada kepercayaan masyarakat di Sumbawa bahwa perempuan sangat diandalkan untuk memimpin,”

Sumbawa masih belum menempatkan perempuan setara dalam politik?

“(Karena itu) saya akan mencoba keterwakilan perempuan. Selama ini perempuan cuma di Kasur, Dapur, dan Sumur.

Basic saya guru dari tahun 1999. Selama jadi guru saya melihat perempuan sangat diandalkan. Perempuan pergi ke Saudi (Pekerja Migran Indonesia cari nafkah), perempuan disuruh jaga adik laki-lakinya (kalau ada).

Perempuan segitunya. Dia berkorban untuk adiknya agar pendidikan bisa lebih tinggi. Tetapi dia sendiri harus rela tidak sekolah.

Lalu ada perempuan korban KDRT. Ketika mau dipersoalkan ke hukum, perempuan di paksa berdamai. Laki-laki egois sekali, urus adikmu, urus istrimu. Begitu. Tapi tidak pernah ada perubahan (strata sosial).

Pergi jadi TKI. Suaminya hidup foya-foya. Sementara di sana istrinya kerja keras untuk buah hatinya. Ini yang membuat saya berontak,”

Wah, para lelaki bisa tersindir nih.

“Tentu tidak semua. Tetapi harus diakui masih banyak seperti itu. Di Sumbawa masih banyak yang begitu. Harus ada yang bisa jadi contoh perempuan itu berdaya dan mampu bersaing. Tidak hanya jadi masyarakat kelas dua,”

Kalau tetap di ASN kan kesempatan naik jabatan terbuka, kata orang ada Pak Gub?

“Rezeki dan kematian sudah di tangan Allah. Saya berjuang untuk hal yang membuat saya gundah dan tidak tenang selama ini. Perempuan selalu dibuat posisinya kalah oleh lelaki.

Saya lihat banyak suami sewenang-wenang dalam bersikap. 13 tahun dampingi suami jadi Camat. Saya lihat perempuan sangat memprihatinkan. Jadi tukang bata, buruh bangunan, bakar-bakar batu merah, naikkan ke truk L 300. Itu perempuan semua. Kesannya eksploitasi perempuan,”

Tetapi sudah minta restu dari suami?

“Restu dari suami sudah. Support. Tidak jadi pejabat tidak apa-apa. Yang penting saya sudah berjuang. Ini kesempatan saya. Kalau bukan sekarang sudah tidak ada waktu lagi.

Usia saya sudah 47 tahun, saya sudah tidak muda lagi. Kalau memang karir saya sebagai ASN harus selesai ya sudah, (begitupun kalau kalah di Pilkada) saya serahkan pada Allah,”

Oh ya, Mbak Novi berapa bersaudara?

“Saya empat bersaudara. Yang pertama itu Pak Gub, baru saya. Sementara yang nomor tiga Embuk Hidayati umur 7 tahun meninggal. Nomor empat Yudit Alkadri usia 5 tahun meninggal juga,”. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks