alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Pilbup Sumbawa, Demokrat Belum Tentukan Pilihan

MATARAM-Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Nurdin Ranggabarani-Syukri Rahmat butuh jurus lebih ampuh meminang Partai Demokrat (PD) di Sumbawa. Sempat terlihat mesra dan saling lempar pantun politik, hubungan Demokrat dengan pasangan Nurdin-Syukri belakangan terkesan mendingin.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB TGH Mahally Fikri mengatakan posisi partainya masih mencari figur terbaik. “Belum ada yang mengunci oleh siapa pun,” katanya menepis rumor Demokrat pasti ke Nurdin-Syukri di Sumbawa, Senin (29/6).

Padahal sebelumnya Mahally termasuk yang melempar sinyal positif ke Nurdin. Politisi Udayana itu mengatakan Nurdin berpeluang besar didukung Demokrat.

Salah satu alasan Demokrat condong ke Nurdin karena hasil survei Nurdin tinggi. Tetapi komunikasi politik yang kering sepertinya melatarbelakangi turunnya hubungan politik Nurdin dengan Demokrat.

Bahkan Mahally membandingkan komunikasi politik Sumbawa dengan Mataram, lebih progresif di Mataram. “Ibaratnya kalau di Mataram itu sudah ada blue print-nya, sedangkan di Sumbawa masih klise,” ungkapnya.

Situasi ini membuat peta dukungan parpol Nurdin-Syukri kembali mencair. Namun, Demokrat masih memberi kesempatan pada bapaslon yang menginginkan dukungan Demokrat presentasi keseriusan di Pilbup Sumbawa.

Masih ada waktu sampai awal bulan Juli sebelum DPP Partai Demokrat memutuskan arah dukungan politik. “Belum selesai. Nanti tanggal 1 Juli ada rapat DPP untuk memfinalisasi yang akan mendapat rekomendasi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP NTB H Muzihir mengatakan Bapaslon Nurdin-Syukri diberi batas waktu sampai awal Juli mencari mitra koalisi menggunakan PPP di Sumbawa. “Sementara PPP dan Demokrat terkesan saling menunggu (untuk dukungan ke Nurdin-Syukri),” tuturnya.

Seperti diketahui Nurdin-Syukri menargetkan koalisi PPP-Demokrat di Sumbawa sebagai kendaraan politik. Demokrat 5 kursi dan PPP 4 kursi. Total 9 kursi telah memenuhi syarat minimal 9 kursi.

Bila Nurdin-Syukri gagal meyakinkan Demokrat, maka PPP tidak mau tersandera apalagi pasif di politik. Sekalipun PPP sangat memprioritaskan kader tetapi bila gagal membangun koalisi maka PPP akan mencari figur lain. “Ya bagaimana, kan nggak mungkin PPP sendirian usung figur,” cetusnya. (zad/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks