alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

NTB, Lampaui Partisipasi Pemilih Nasional

MATARAM-KPU NTB sampai pada kesimpulan, pemilu 2019 berhasil melampaui partisipasi pemilih pada tahun 2014 di NTB. Pemilu 2019 kemarin partisipasi pemilih mencapai 82 persen, sedangkan di pemilu 2014 partisipasi hanya 77 persen.

Tidak hanya melampaui partisipasi pemilu 2014, capaian partisipasi pemilih saat ini bahkan melampaui target nasional yakni 77,5 persen.

“Progresnya lampaui target nasional,” terang Ketua KPU NTB Suhardi Soud.

Angka partisipasi pemilih ini, menandai keikutsertaan masyarakat dalam pesta demokrasi. Semakin tinggi tingkat partisipasi, semakin mencerminkan kehendak rakyat pada hasil pemilu.

“Capainnya cukup baik,” imbuhnya.

Sementara itu, KPU NTB juga menggambarkan kondisi input data dalam situng KPU. Khusus untuk rekapitulasi Pilres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan Kabupaten/Kota di NTB.

Progres situng KPU ini wajib disampaikan KPU pada masyarakat, karena sesuai dengan amanat undang-undang no 7 tahun 2017 dan PKPU.

“Perlu kami sampaikan terkait situng Presiden dan Wakil Presiden, entri dan scan sudah (mendekati) mencapai 100 pesen,” kata Zuriati, Komisioner KPU NTB Divisi Teknis Penyelenggaran.

Hanya ada dua TPS di Lombok Tengah yang hingga kemarin masih sulit dientri. Karena persoalan verifikasi yang terkendala oleh petugas. Verifikasi diperlukan untuk menghindari data palsu dan memperhatikan kesesuaiannya dengan data hasil pleno.

“Namun kami perlu sampaikan sesuai dengan disclaimer, bahwa hasil situng bukanlah hasil resmi, tetapi rekapitulasi secara berjenjang melalui penolah yang diakui,” tegasnya.

Berikutnya situng C1 untuk DPR RI dikatakan Zuriati belum mencapai 100 persen. Ada beberapa kabupaten/kota yang telah menuntaskan rekapitulasi sampai 100 persen, seperti Kabuapten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kota Mataram, Kabupaten Bima.

“Sedangkan yang lainnya di atas 80 persen,” ulasnya.

Sama halnya dengan DPRD Provinsi yang juga belum mencapai 100 persen. Karena baru di dua kabupaten saja yang telah menyelesaikan di atas 100 persen. Yakni Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok Utara.

“Selebihnya di atas 80 persen, ada juga yang 71,29 persen di Lombok Timur,” terangnya.

Masih adanya daerah yang belum 100 persen entri data lanjut Zuariati, semuanya terkendala di persoalan verifikasi. Petugas verifikator disibukan oleh persoalan teknis lain sehingga konsentrasinya tidak fokus menyelesaiakan satu tugas.

“Sedangkan untuk form C1 DPD RI, itu hanya di-scaning saja,” tandasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks