alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pilbup Loteng 2020, Nama Gede Syamsul Menguat

MATARAM--NW Anjani masih menyimpan asa merebut Lombok Tengah. Salah satu alasannya, warga nahdliyin di sana mencapai 53 persen. Angka menunjukan bumi Tatas Tuhu Trasna salah satu basis massa NW.

Figur NW pun berpeluang besar memimpin di sana. Persoalannya selama ini basis massa 53 persen itu, tidak seluruhnya milik NW Anjani. Tetapi ada NW Pancor juga di sana. Karenannya rekonsiliasi dua NW disebut-sebut jadi salah satu kunci sukses merebut Lombok Tengah.

“Ya saya pikir memang sudah saatnya (rekonsiliasi),” kata Sekretaris Jendral PBNW TGH Abdul Muhyi Abidin, kubu Anjani.

Dua kali pilkada di Lombok Tengah yakni 2010 dan 2015, dua kali pula NW Anjani gagal memenangi pertarungan Lombok Tengah. Saat itu, ada figur TGH Gede Sakti yang diusung NW Anjani.

Kini PBNW kembali bersiap-siap menatap pilkada 2020. Tentu dengan harapan tidak kalah lagi dan bisa belajar dari dua kekalahan sebelumnya.

“Saya memang sempat bertemu dengan beberapa tokoh (di Lombok Tengah),” kata Muhyi.

Dari pertemuan itu, ada dua figur yang diminta beberapa tokoh yang ditemui Muhyi untuk diusung dalam Pilkada 2020 nanti. Dari dua nama itu, semuanya sosok baru yang dinilai mampu memaksimalkan dulungan warga nahdliyin dan warga umumnya.

“Lebih menyebut Gede Syamsul atau Lale Yaqutunnafis,” ungkapnya.

Muhyi sendiri tidak tahu, apa alasan beberapa tokoh itu mengusulkan figur baru. Tetapi, ia menduga, ada kaitannya dengan figur yang masih muda. Serta dianggap bisa mewakili keinginan kaum milenial masa kini.

“Ini mungkin tren, sudah ada berubah sedikit,” imbuhnya.

Namun nama-nama ini, belum menjadi sikap atau keputusan resmi NW Anjani. Masih ada proses dan tahapan, sampai diputuskan siapa yang akan diusung di di Pilkada Lombok Tengah.

Sementara itu, secara umum Dr Asrin, Direktur Institute Agama dan Kebudayaan (INSAN) NTB, melihat kompetisi di Lombok Tengah akan lebih berimbang bila dibanding Kota Mataram. Sekalipun dua daerah ini sama-sama berpeluang mengusung petahana.

Di Kota Mataram ada nama Wakil Wali Kota H Mohan Roliskana. Sedangkan, di Lombok Tengah ada HL Pathul Bahri yang juga berposisi sebagai Wakil Bupati.

“Tapi dari sisi kans, tentu lebih besar kans Mohan terpilih lagi,” banding Asrin.

Pathul mendampingi Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT di periode ke dua. Berbeda dengan Mohan yang mendampingi Ahyar sejak jadi Wali Kota dua periode. Dengan waktu yang lebih panjang, Mohan tentu diuntungkan dari segi waktu untuk membangun popularitas dan elektabilitasnya.

Begitu juga dari segi geografis dan teknologi informasi. Kota Mataram lebih kecil dan media informasi juga lebih dijangkau. Sehingga berbagai kegiatan Mohan selama mendampingi Ahyar tersosialisasi dengan baik.

“Tapi di Lombok Tengah kan masih ada daerah-daerah yang masih sulit dijangkau media informasi,” bandingnya.

Ia menimbang pertarungan antar figur di Lombok Tengah lebih terbuka. Siapapun figur masih berpeluang maju dan menang. Dengan catatan, bisa memaksimalkan waktu yang tersisa untuk sosialisasi. Hingga waktu pemilihan tiba.

 “Akademisi pun berpeluang, karena mereka punya lembaga yang secara konsisten memperkenakan figurnya,” sebutnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks