alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pilwali Mataram, Waspada SK Ganda!

MATARAM-Sebulan jelang pendaftaran calon yang akan bertarung di Pilkada Kota Mataram, nuansa politik kian dinamis. Sejumlah calon beramai-ramai mengumpulkan dukungan masyarakat. Juga partai politik (Parpol).

Aksi saling klaim dukungan partai pun tak terelakkan. Meski beberapa bakal calon sudah mengantongi SK B1KWK dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Parpol. Namun, tidak menutup kemungkinan dukungan tersebut berubah di injury time masa pendaftaran.

“Ketika di hari pendaftaran ada satu partai mendukung dua bapaslon, maka KPU akan mengklarifikasi paslon mana yang akan diakui oleh DPP,” jelas Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin kepada Lombok Post.

KPU mengaku akan mengkroscek dan memverifikasi berkas tersebut. Tidak dilihat dari mana SK terbaru atau lama yang dikeluarkan DPP. Melainkan bagaimana kepastian dari DPP yang memang menentukan mana bapaslon yang didukung.

“Tidak mesti dilihat tanggal keluar SK itu. Tetapi mana yang menurut DPP sah. Sudah ada teknis yang mengatur ini,” jelasnya.

Di Kota Mataram memang belum pernah ada kasus SK dukungan ganda selama Pilkada dihelat. Namun, di beberapa daerah lain, hal itu pernah terjadi. SK B1KWK dari DPP partai dikeluarkan untuk dua pasangan bakal calon.

“Nanti saat masa pendafataran Tanggal 4-6 langsung kami verifikasi berkas bapaslon sekalian pengecekan kesehatan sebelum penetapan,” tegasnya.

Peluang munculnya SK dukungan ganda di Pilkada Kota Mataram saat ini memang terbuka lebar. Seiring beberapa bakal pasangan calon saling mengklaim. Misalnya PKB yang disinyalir merapat ke dua pasangan yakni bapaslon HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda dan bapaslon Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan.

Namun kemarin, Ketua DPW PKB HL Hadrian Irfani mengonfirmasi jika dukungan PKB akan diberikan ke pasangan Makmur-Ahda. SK B1KWK dari DPP PKB diungkapnya kemungkinan besar keluar pekan depan. “Minggu depan insya Allah. Insya Allah Makmur-Ahda,” jawabnya, kemarin (29/7).

Selain PKB, Golkar dukungan partai Golkar untuk bapaslon H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman juga berpeluang berubah. Menyusul dinamika di kepengurusan partai beringin di tingkat DPD Golkar NTB.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh masih terus berupaya merebut posisi Ketua DPD I Golkar NTB bersaing dengan Bupati Lombok Tengah H Suhaili FT. Akhir pekan lalu, informasi yang didapatkan Lombok Post dari keluarga Ahyar, wali kota dua periode itu ke Jakarta mengurus persoalan ini. “Semua kader boleh maju di DPD Golkar NTB (sebagai ketua) lewat Musda. Komunikasi politik tetap dilakukan,” kata Ahyar.

Ahyar mengaku niatnya maju sebagai Ketua DPD I Golkar NTB untuk mengembalikan kejayaan Golkar di NTB. Namun, upaya Ahyar merebut kursi Ketua DPD I Golkar NTB juga disinyalir berkaitan dengan Pilkada Kota Mataram. Ia ingin menyandingkan Ketua DPD I Golkar Mataram H Mohan Roliskana dengan putranya H Badruttamam Ahda. Meskipun baliho Ahda mendampingi HL Makmur Said sudah beredar di Kota Mataram.

“Nggak bisa saya jawab sekarang. Ini karena saya belum jadi (Ketua DPD Golkar NTB). Itu semua kan kebijakan partai,” jawab Ahyar pada Lombok Post.

“Saya lihat sampai saat ini sudah berjalan. Gambar-gambar (bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram) beredar sana sini. Yang jelas kalau saya jadi Ketua DPD Golkar Provinsi NTB, saya punya kewajiban memenangkan calonnya,” ucapnya tersenyum penuh makna.

Ketua Tim Pemenangan Pilkada Kota Mataram H Didi Sumardi menegaskan, pasangan H Mohan Roliskana dan TGH Mujib sudah final. Pasangan ini dikatakannya, murni keinginan masyarakat.

“Golkar tidak ingin berspekulasi dan bereksperimen pada orang yang tidak bisa kami yakini kemampuannya untuk memimpin Kota Mataram. Karena ini akan fatal untuk memimpin suatu daerah,” ucapnya menjawab Lombok Post kenapa H Mohan Roliskana tidak bersanding dengan H Badruttamam Ahda.

Didi menegaskan, Golkar Mataram tidak ingin mengorbankan masyarakat banyak. Karena pertaruhannya sangat besar jika coba-coba. Sehingga Golkar Mataram mengusung orang terbaik di daerah ini untuk maju di Pilkada.

“Kebetulan kedua figur ini adalah kader Golkar. Sebenarnya kalau ada figur lain, kami posisi selalu terbuka untuk itu,” kata dia.

Ia juga membenarkan jika TGH Mujiburrahman tidak pernah mengajukan diri maju menjadi calon wakil wali kota mendampingi H Mohan Roliskana. “Tidak diminta oleh Pak H Mohan, dan H Mujib pada posisi tidak berkeinginan. Tapi ini murni keinginan masyarakat,” pungkasnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks