alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Dr Zul Rintis Dinasti?

MATARAM-Peta politik di Sumbawa masih mencari bentuk terbaiknya. Dinamika itu menempatkan petahana H Husni Djibril, sejauh ini masih diunggulkan di sana.

Namun, Husni nampaknya belum bisa menepuk dada. Kandidat calon lawan yang mulai bermunculan dari figur-figur kuat dan punya pengaruh. Salah satunya muncul nama Dewi Noviany  adik Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mulai didorong-dorong maju di sana.

“Saya belum lihat hasil survei,” kata Zul ditemui di Gedung DPRD NTB, Jumat (30/8) kemarin.

Novi adalah adik kandung Zul. Saat ini masih berstatus Pegawai Negeri Sipil dan menjabat sebagai Kasubag TU di Balai Pemanfaatan dan Pengamanan Aset Daerah (BPKAD) NTB.

Nama Novi santer dibicarakan di Sumbawa. Ada yang mendorong menjadi lawan Husni. Namun ada pula yang meminta Novi jadi pendamping Husni.

“Belum tahu ya (akan didorong maju atau tidak)” ujarnya pendek.

Namun terkait peluang, Zul mengatakan semua orang berpeluang. Termasuk adik kandungnya itu. Tapi pada akhirnya semua akan kembali pada hitung-hitungan politik dan hasil dari survei nanti.

“Saya kira semua punya kesempatan,” cetusnya.

Dinamika politik di Sumbawa saat ini lebih kencang mendorong Novi sebagai pendamping Husni. Bahkan kabar angin menyebut pasangan Husni-Novi hanya menunggu disahkan.

Namun Zul nampaknya masih enggan bicara lebih jauh soal peluang adiknya berpasangan dengan Husni atau malah mengambil posisi lawan. Gubernur asal pulau Sumbawa itu, memilih menutup rapat strategi politiknya untuk memperluas kekuasaan.

“Nanti kita lihat,” tutupnya.

Selain peluang karir di politik, Novi memang berkesempatan punya karir mentereng di pemerintahan juga. Posisi kakaknya saat ini sebagai Gubernur, akan lebih memudahkan dirinya mencapai karir terbaik sebagai ASN.

Namun peluang politik, rupanya tak kalah menggiurkan. Sehingga namanya pun muncul sebagai kandidat yang disurvei PKS, tingkat popularitas dan elektabilitasnya.

Ketua DPW PKS NTB H Abdul Hadi, sebelumnya mengungkapkan bila kader internal atau eksternal sama-sama berpeluang diusung PKS.

“(Selain Novi) kita juga punya banyak tokoh di sana,” kata Hadi.

Tokoh-tokoh PKS di sana antara yang tengah disurvei antara lain Ketua DPD PKS Sumbawa Muhammad Takdir, Anggota DPRD Sumbawa dari PKS Salamudin Maula, hingga Adizul Sahabudin yang juga anggota DPRD Sumbawa.

“Ada juga pak Sambirang Ahmadi,” terangnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks