LombokPost – DPW PPP NTB menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil), Minggu (8/3). Rapat yang dihadiri jajaran pengurus DPW dan pimpinan DPC se-NTB itu menentukan waktu pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) di 10 DPC PPP.
Disepakati bahwa muscab akan digelar mulai tanggal 6 April hingga 22 April 2026.
"Tadi (kemarin, Red) kami sudah sepakati jadwal muscab antara tanggal 6-22 April," kata Ketua DPW PPP NTB H Muzihir.
Disampaikan, setalah Rapimwil kemarin, seluruh DPC sudah bisa menyiapkan jadwal pelaksanaan muscab. Termasuk menentukan panitia dan waktu pelaksanaannya. Jadwal tersebut diajukan ke DPW untuk diagendakan.
"Setelah DPC mengajukan jadwal muscab, baru kami setujui waktu pelaksanaannya," jelas Muzihir.
Ia meminta pelaksanaan muscab bisa berjalan kondusif. Tidak ada lagi gejolak di internal yang membuat gaduh partai. Sebab berbagai gejolak sangat rentan mengganggu konsolidasi partai.
"Saya minta tidak ada lagi riak-riak kegaduhan. Saya imbau ke seluruh kader untuk kembali bersatu," tegasnya.
Muzihir juga memberikan catatan terhadap tiga ketua DPC yang dinilai tidak sejalan dengan garis partai. Yaitu DPC PPP Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan DPC PPP Kota Bima.
Sebab ketiga ketua DPC itu sampai saat ini tidak mengakui kepengurusan DPW di bawah kendali Muzihir. Konflik itu buntut dari perbedaan dukungan ketua umum dalam Muktamar PPP pada 2025 lalu.
Bahkan dalam Rapimwil kemarin, tiga ketua DPC tidak hadir. Yaitu Ketua DPC PPP KLU Narsudin, Ketua DPC PPP KSB Amirudin Embeng, dan Ketua DPC PPP Kota Bima Syafriansar.
"Yang hadir Rapimwil hari ini (kemarin, Red) adalah sekretaris DPC KLU dan DPC KSB. Ketua DPC memang tidak hadir. Dan tidak ada kabar sampai sekarang," ujar Muzihir.
Ia meminta sekretaris DPC untuk melaporkan ke ketua DPC untuk menyiapkan pelaksanaan muscab.
Jika yang bersangkutan tidak mau melaksanakan Muscab, DPW PPP NTB terpaksa akan mengganti ketua DPC dengan Pelaksana Tugas (Plt).
"Namanya tidak mau masak saya paksakan. Partai tidak boleh kalah hanya gara-gara satu orang. Sehingga dengan sangat terpaksa kami akan Plt-kan," tegas Muzihir.
Dalam muscab nanti, pihaknya tidak akan memilih ketua DPC. Tapi menyusun tim formatur untuk menentukan pengurus periode berikutnya.
Tim formatur terdiri dari lima orang. Yaitu masing-masing satu unsur DPP, DPW, dan DPC. Serta dua anggota tim formatur dari perwakilan PAC.
Sekretaris DPW PPP NTB Siti Ari meminta semua kader untuk kembali bersatu membesarkan partai. Sebab dibutuhkan kekompakan dan soliditas kader agar Partai Kakbah tetap besar di NTB.
Ia pun mengingatkan partai lain sudah jauh lebih dahulu melakukan konsolidasi internal.
"Tidak ada ruang dan waktu lagi untuk saling berdebat. Dengan semangat Puasa Ramadan ini, mari semua kader PPP jalin persatuan dan kekompakan besarkan partai," tegas Sitti Ari.
Editor : Rury Anjas Andita