LombokPost – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2029 belum tentu dihelat sebagai dampak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal. Meski demikian, kini mulai muncul figur-figur potensial yang digadang-gadang menjadi andalan parpol.
Pemilihan Bupati (Pilbup) Lombok Tengah (Loteng), contohnya. Sejumlah figur mulai santer bermunculan. Di antara nama potensial adalah Wakil Ketua DPRD NTB Lalu Wirajaya.
Bahkan mulai beredar flyer yang menyandingkan Wirajaya dengan anggota DPRD NTB yang lain Lalu Pelita Putra.
Selama sepekan terakhir, flyer itu sudah beredar luas di sejumlah WhatsApp (WA) group dan media sosial. Dalam flyer tertulis mereka menggunakan jargon "Perwira" alias Lalu Pelita Putra dan Lalu Wirajaya. Tagline yang diusung "Bersama Membangun Lombok Tengah Menuju Lebih Maju".
Ditanya terkait asal usul flyer berbau kampanye itu, Lalu Wirajaya mengaku tidak tahu-menahu. "Saya tidak tahu sama sekali siapa yang buat," kata Wirajaya, Rabu (25/3).
Yang pasti, ujar dia, bukan pihaknya yang membuat flyer itu. Sejauh ini dirinya belum pernah menjalin komunikasi dengan Lalu Pelita. Baik secara personal maupun partai secara kelembagaan. "Hanya ketemu di dewan saja. Itu pun dalam kegiatan dan tugas-tugas sebagai anggota dewan," ungkapnya.
Sejauh ini, sambung dia, belum pernah ada pembicaraan khusus secara spesifik. Khususnya tentang rencana pencalonan dalam Pilbup Loteng.
Meski demikian, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Wirajaya mengaku akan menyerahkan sepenuhnya ke pimpinan partai politik. Apalagi, sambung dia, sejauh ini belum ada arahan khusus soal konsolidasi menghadapi pilkada. Khususnya Pilbup Lombok Tengah ke depan.
"Kalau saya sekarang masih fokus dengan tugas di DPRD NTB. Soal nanti ke depan bagaimana, kita serahkan ke pimpinan-pimpinan partai saja," ujar Bendahara DPD Gerindra NTB itu.
Hal serupa dikemukakan Lalu Pelita Putra. Ia mengaku tidak tahu menahu soal beredarnya flyer itu. Termasuk pihak yang membuat dan menyebarkan flyer tersebut. "Tapi saya juga tidak bisa melarang orang. Karena itu bagian dari aspirasi," kata Pelita.
Pelita juga mengaku tidak pernah menggelar pertemuan khusus dengan Lalu Wirajaya. Apalagi berbicara khusus tentang rencana duet keduanya dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Loteng.
Kendati demikian, Pelita mengakui peluang itu tetap ada. Hanya saja harus tetap melibatkan struktural partai.
"Selanjutnya bagaimana petunjuk dan arahan struktur partai, sebagai kader kami sami'na wa ato'na," ujar Ketua DPC PKB Lombok Tengah itu.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD H Muzihir dalam beberapa kesempatan Muzihir mengisyaratkan akan maju dalam Pemilihan Wali Kota Mataram periode berikutnya.
Pilwali Kota Mataram periode berikutnya memang sangat terbuka. Mengingat Wali Kota Mataram saat ini Mohan Roliskana sudah tidak bisa maju lagi karena sudah menjabat wali kota dua periode.
"Tergantung masyarakat Kota Mataram. Karena kalau saya mengatakan mau mencalonkan diri, suara saya hanya satu tidak mungkin saya jadi. Saya ini nggak berani mencalonkan diri tetapi kalau masyarakat Mataram mencalonkan saya sebagai calon wali kota 2030-2035, Insya Allah saya siap," ungkap Ketua DPW PPP NTB itu.
Editor : Kimda Farida