alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Gandeng ITS, Poltekpar Tunjukkan Keseriusan Tingkatkan Pariwisata

Acara Pre-Launching Pusat Wisata Edukasi Lingkungan dan Desa Proklim di Provinsi NTB telah digelar di The Forest Café and Camps, depan Balai Tahura Nuraksa, Lombok Barat. Hal ini diungkapkan Wakil Direktur Poltekpar Lombok, Muhammad Yahyaddin Alimuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/2) lalu.

Disampaikan Yahyaddin, acara yang digelar pada Jumat (23/2) lalu tersebut sebagai salah satu bentuk komitmen Poltekpar Lombok dengan Istitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), untuk bekerjasama meningkatkan pariwisata. Sebelumnya, Poltekpar Lombok juga telah melakukan pendampingan dan pemberdayaan usaha jasa makanan dan penginapan terhadap warga. Khususnya yang berada di sekitar kawasan Tahura Nuraksa.

“Masyarakat melakukan praktek pertamanya dengan menjual produk hasil training oleh beberapa dosen Poltekpar Lombok beberapa waktu lalu,” ujar Yahyaddin.

“Kali ini, kami mengerahkan  food truck bersama beberapa mahasiswa dari Program Studi Tata Hidang, untuk memberikan aneka hidangan kepada para tamu undangan. Sekaligus mempromosikan Kampus Poltekpar Lombok,” lanjutnya.

Seorang mahasiswa Program Studi Tata Hidang saat memberikan minuman kepada para tamu undangan di depan food truck Poltekpar Lombok.

Janti Gunawan, dosen manajemen bisnis ITS menambahkan, acara Pre-Launching Pusat Wisata Edukasi Lingkungan dan Desa Proklim ini juga membuka pameran-pameran gerai organik, budidaya cacing, inovasi sampah plastic, biogas, dukungan usaha PLUT, pameran UKM serta demo pembuatan minum dari mahasiswa Poltekpar Lombok. Dengan mengundang sekitar 200 warga dan 98 lembaga maupun organisasi wisata terkait. Meliputi dinas pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Barat.

“Dengan undangan sebanyak itu, kami ingin mensosialisasikan wilayah ini sebagai tempat untuk wisata edukasi lingkungan ITS. Karena kami butuh dukungan dan masukan dari orang-orang yang memang memiliki latar belakang di bidang pariwisata,” jelasnya.

Untuk diketahui, The Forest Café and Camps yang akan menjadi lokasi wisata edukasi lingkungan ITS ini ke depannya akan menjadi tempat berlatih wirausaha bagi para pemuda dan pemudi desa, maupun magang mahasiswa ITS dan Poltekpar Lombok. sehingga dapat lebih sensitif terhadap kearifan lokal. Sekaligus memppekerjakan masyarakat lokal. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan semua pihak dapat memperoleh manfaatnya. (eka)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks