alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Peran Dosen di Kancah Internasional

SEBAGAI lembaga pendidikan tinggi vokasi di bidang pariwisata, Politeknik Pariwisata Lombok sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kepariwisataan. Tidak hanya sebatas di daerah dan kancah nasional, namun kali ini Poltekpar Lombok juga ikut serta dalam kegiatan yang melibatkan berbagai negara, dan ikut aktif sebagai presenter kegiatan konferensi serta kongress internasional.

Direktur Poltekpar Lombok beserta wakilnya, Hamsu Hanafi dan Farid Said, beberapa waktu yang lalu telah mengikuti beberapa kegiatan di Turki dan Dubai. Tepatnya pada tanggal 24 September sampai 1 Oktober 2019.

“Ada beberapa kegiatan yang kami lakukan selama sepekan di dua negara tersebut. Diantaranya adalah mengikuti kegiatan International West Asia Congress of Tourism Research, dan melakukan beberapa kunjungan,” kata Farid Said.

Kegiatan perdana diawali dengan pertemuan antara pihak Poltekpar Lombok dengan Prof Dr. Omer Akgin Tekin, dari Sulaiman Demirel University. Pertemuan dengan Director of Halal Tourism Research & Application Center Turkey tersebut, bertujuan untuk membahas penerapan pariwisata halal yang ada di Turki dan Lombok.

Selanjutnya, Hamsu Hanafi dan Farid Said melanjutkan kegiatannya pada acara International West Asia Congress of Tourism Research (IWACT 2019), yang diselenggarakan pada tanggal 27 sampai 29 September di Istanbul, Turki. Perwakilan dari Politeknik Pariwisata Lombok tersebut mempresentasikan makalahnya yang berjudul, Dampak Promosi Pariwisata Pasca Gempa di Lombok.

Sebelumnya, pihak Poltekpar Lombok bekerjasama dengan direktur Politeknik Pariwisata Palembang, membuat makalah yang diikutsertakan pada acara IWACT 2019. Makalah tersebut akhirnya masuk nominasi, untuk dipresentasikan di hadapan 150 peserta dari 12 negara yang ada di Asia Barat. Hasilnya, pihak dari negara Turki ingin mengadopsi makalah dari Poltekpar Lombok tersebut. Tentang bagaimana sistem penanganan bencana dan model pemulihan wisatawan pasca gempa, yang juga pernah dialami oleh negaranya.

Tidak hanya sekedar memaparkan makalah, namun keikutsertaan Poltekpar pada kegiatan Internasional, juga bertujuan untuk memperkenalkan Lombok kepada negara-negara yang ikut hadir dalam acara IWACT 2019. Selain itu, dengan hadirnya mereka disana diharapkan mampu terjalin kerjasama, serta memperluas wawasan mengenai penerapan halal tourism. Sebab seperti yang sudah kita ketahui, Negara Turki adalah salah satu negara yang terkenal dengan destinasi wisata halalnya.

Setelah rangkaian kegiatan yang ada di Turki selesai, pihak Poltekpar Lombok berkunjung ke Dubai sebelum kembali ke Indonesia. Pada kesempatan ini, direktur beserta wakilnya mengunjungi The Emirates Academy of Hospitality Management. Yang merupakan Perguruan Tinggi Pariwisata terbaik di Dubai.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui sistem pendidikan yang ada disana. Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Dubai, tentunya banyak ilmu yang bisa didapatkan oleh pihak Poltekpar untuk diterapkan di kampus yang terletak di Lombok Tengah tersebut.

Farid Said juga menambahkan, kegiatan ini kedepannya akan diwajibkan bagi seluruh dosen Politeknik Pariwisata Lombok. Baik itu event Internasional yang diadakan dari dalam, maupun luar negeri. Bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pembawa makalah ilmiah bidang pariwisata. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Politeknik Pariwisata Lombok, sebagai institusi pendidikan berstandar internasional.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami harap dosen-dosen Poltekpar bisa menjadikannya contoh. Menulis makalah ilmiah dan bisa lolos di kancah internasional. Tidak hanya untuk mempromosikan Lombok dan Poltekpar, namun kita juga mampu menjadi pembicara internasional,” tutup Farid. (lrs)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks