alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Poltekpar Lombok Cetak SDM Pariwisata Berdaya Saing

Pulau Lombok merupakan salah satu destinasi favorit para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain dikarenakan keindahan alamnya, Lombok juga dikenal sebagai destinasi halal tourism atau tempat wisata halal terbaik sedunia. Dibuktikan dengan penghargaan yang pernah diraih Lombok pada World Halal Travel Awards (WHTA) tahun 2015 dalam kategori World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destinastion. Bicara wisata akan kurang lengkap rasanya jika kita tidak membahas juga tentang perguruan tinggi yang bergerak di bidang kepariwisataan. Ya, apa lagi kalau bukan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok.

Kampus ini merupakan satu dari enam perguruan tinggi vokasi yang ada di bawah Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Poltekpar Lombok diresmikan sejak 27 April 2016 berdasarkan dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2016. Kampus ini memiliki empat program studi (prodi) didalamnya, yang terdiri dari Prodi Usaha Perjalanan Wisata (Diploma 4), Prodi Divisi Kamar (Diploma 3), Prodi Tata Hidang (Diploma 3), dan Prodi Seni Kuliner (Diploma 3).

Demi meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan vokasi di bidang kepariwisataan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja professional dan beretika, maka salah satu kegiatan utama yang ada di Poltekpar Lombok adalah Peningkatan Kapasitas dosen atau tenaga pengajar di lingkungan kampus tersebut. Dosen dari masing-masing prodi diberikan pelatihan khusus. Tidak tanggung-tanggung, pelatihan tersebut bahkan dilakukan di dalam dan luar negeri sekaligus.

“Terdapat program Hospitality Management Training. Dimana secara teknis para dosen  akan menginap selama seminggu di hotel mewah berbintang lima selayaknya tamu, namun di waktu yang bersamaan bekerja seperti karyawan. Tujuannya agar mereka dapat melihat seperti apa gambaran tentang fasilitas ala hotel mewah. Hal ini akan merubah mindset umum mereka menjadi lebih vokasi, khususnya di bidang perhotelan. Pada bidang travel terdapat Tour and Travel Manajemen Program di tingkat domestik,” ujar Dr. Farid Said, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Poltekpar Lombok.

“Selain itu ada pula Vocational Leadership Training Program pada tingkat Asia Pasifik yang mengirimkan para dosen atau tenaga pengajar belajar memahami system pengajaran di beberapa perguruan tinggi, seperti di Chaoyang University of Technology (CYUT) di Taiwan, Republic Polytechnic Singapore, dan Melbourne Polytechnic di Australia. Tahun depan akan ada Executive Leadership Training Program. Dimana akan dipilih dosen terbaik yang dikirim ke Eropa atau Amerika untuk training di sana. Hal ini bertujuan untuk” lanjutnya.

Dilihat dari kualitasnya, meski baru berusia tiga tahun, Poltekpar Lombok sudah mampu menorehkan segudang prestasi. Salah satunya adalah dengan menduduki peringkat ketiga pendaftar terbanyak dari enam perguruan tinggi yang ada di Indonesia di bawah naungan Kementerian Pariwisata. Dibandingkan dengan perguruan tinggi lain yang sudah berumur puluhan tahun, ternyata Poltekpar Lombok mampu menggeser mereka di umurnya yang masih hijau.

Kampus yang diresmikan sejak 27 April 2016 ini memiliki empat program studi (prodi) didalamnya, yaitu Prodi Usaha Perjalanan Wisata, Prodi Divisi Kamar, Prodi Tata Hidang, dan Prodi Seni Kuliner. Dosen dari masing-masing prodi juga diberikan pelatihan khusus. Tidak tanggung-tanggung, pelatihan tersebut bahkan dilakukan di dalam dan luar negeri sekaligus.

“Terdapat program Hospitality Manajemen Training. Dimana secara teknis para dosen  akan menginap di hotel mewah selayaknya tamu, namun bekerja seperti karyawan. Tujuannya agar mereka dapat melihat seperti apa gambaran tentang fasilitas ala hotel mewah. Hal ini akan merubah mindset umum mereka menjadi lebih vokasi, khususnya bidang perhotelan,” ujar Farid Said, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Poltekpar Lombok.

“Sedangkan untuk travel, terdapat Tour and Travel Manajemen Program di tingkat domestik dan  International Focussional Leadership Training Program pada tingkat Asia Pasifik. Tahun depan akan ada juga Executive Leadership Training Program. Dimana akan dipilih dosen terbaik yang dikirim ke Eropa atau Amerika untuk training disana,” lanjutnya.

Meski baru berusia tiga tahun, namun Poltekpar Lombok sudah mampu menorehkan segudang prestasi. Salah satunya adalah dengan menduduki peringkat ketiga pendaftar terbanyak dari enam perguruan tinggi yang ada di Indonesia di bawah naungan Kementerian Pariwisata. Dibanding perguruan tinggi lain yang sudah berumur puluhan tahun, ternyata Poltekpar Lombok mampu menggeser mereka di umurnya yang masih hijau.

“Prestasi ini tidak lepas dari peranan Generasi Pesona Indonesia alias Genpi. Karena Poltekpar Lombok merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Lombok yang punya Genpi, yang tidak berhenti mempromosikan Poltekpar Lombok di media sosial,” ungkapnya.

Satu lagi hal menarik yang terdapat di Poltekpar Lombok adalah kegiatan perkuliahannya yang sama sekali berbeda dengan perguruan tinggi lainnya. Di sini kegiatan belajar mengajar dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Sebagian besar perkuliahan yang dilakukan adalah praktek 60 persen dan teori hanya 40 persen, bahkan untuk prakteknya sendiri tidak jarang Poltekpar Lombok mengajak dosen tamu maupun dosen luar biasa yang berasal dari industri untuk mengajar mahasiswa Poltekpar Lombok.

Menariknya, dibanding harus melakukan kegiatan di luar bidang akademik, mahasiswa dan mahasiswi Poltekpar justru fokus dengan aneka lomba kompetensi yang diadakan di luar daerah. Bahkan selalu pulang dengan menyabet juara.

Salah satunya adalah Muhammad Rafly Pratama Yahyaddin. Mahasiswa semester tiga dari Prodi Usaha Perjalanan Wisata yang meraih Juara III dalam perlombaan Kompetisi Pariwisata Indonesia (KPI) 10 yang diadakan di Politeknik Pariwisata Bandung, April lalu. Ia beserta rekan-rekannya berhasil membawa pulang empat piala sekaligus dengan empat tema yang berbeda-beda pula.

“Rasanya kami sangat bangga dapat membawa nama Poltekpar Lombok sebagai juara dalam kompetisi nasional tersebut. Hal ini membuktikan bahwa meski kampus ini masih tergolong baru namun tetap bisa bersaing dengan ratusan Universitas lain dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 800 orang,” ujar mahasiswa asal Kota Makassar ini.

Farid Said melanjutkan, dengan berbagai program yang dilakukan serta menjuarai berbagai kompetisi menjadikan Poltekpar Lombok semakin siap untuk mendukung pengembangan pariwisata. Tentunya dengan menyiapkan dan menyediakan sumber daya manusia yang mumpuni untuk terjun ke dunia kerja. Hal ini dibuktikan dengan adanya ijazah beserta sertifikat kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa.

“Karena sertifikat kompetensi inilah yang menjadi bukti bahwa lulusan Poltekpar Lombok benar telah teruji dan mampu bekerja di industri sesuai dengan bidangnya,” tutupnya. (eka)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

Sebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks