alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Peningkatan Kompetensi SDM di Mandalika

MANDALIKA-Sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata, Mandalika sudah selayaknya untuk dibenahi dari berbagai sisi. Terlebih saat ini masih banyak kekurangan dalam pelayanan yang perlu menjadi fokus perhatian. Di antaranya kualitas pelayanan homestay, greeting yang masih belum baik, penyiapan kamar yang perlu dibenahi, serta layanan breakfast yang masih perang tarif antara hotel non bintang dengan hotel besar di sekitarnya.

Berangkat dari hal tersebut, Politeknik Pariwisata Lombok bersama Asosiasi Hotel Mandalika menggelar Pelatihan Kompetensi Dasar Karyawan Front Line Hotel Non Bintang Kawasan Penyangga Kuta Mandalika, Sabtu (7/9). Kegiatan yang berlangsung di Novotel Lombok Resort & Villas ini diikuti oleh 50 karyawan hotel di kawasan Mandalika yang tergabung dalam Asosiasi Hotel Mandalika.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberi semangat dan confident kepada para karyawan supaya mampu untuk menjawab tantangan-tantangan ke depan, khususnya di Mandalika ini,” ujar Samsul Bahri, ketua Asosiasi Hotel Mandalika.

Samsul melanjutkan, saat ini pemerintah sangat concern terhadap KEK Mandalika. Sehingga SDM yang mengelolanya harus dipersiapkan dengan baik. Terlebih dengan akan diselenggarakannya event MotoGP pada tahun 2020/2021 di KEK Mandalika, diperlukan kualitas SDM yang memadai untuk menghadapinya.

“Ke depan persaingan akan semakin ketat, kita harus mempersiapkan SDM yang berbasis kompetensi dan sertified. Jangan sampai kita didatangkan pekerja dari luar, sementara kita di sini sebenarnya mampu,“ terang Samsul.

Adapun materi yang disampaikan berupa kompetensi dasar karyawan khususnya di front line. Berupa materi dasar bagi pemula secara umum. Mulai dari materi rooms division, front office, house keeping, dan terutama berkaitan dengan pelayanan.

“Kita lihat semua hotel yang bintangnya sama pasti fasilitasnya kurang lebih sama tapi kenapa ada yang lebih bagus itu dikarenakan kualitas SDMnya. Dapat dikatakan kepuasan tamu 70 persen dari pelayanan, baru 30 persen dari fasilitas,” kata Hamsu Hanafi, Direktur Poltekpar Lombok saat penyampaian materi.

Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu perwujudan tridarma perguruan tinggi Poltekpar Lombok, khususnya pada pengabdian masyarakat. Poltekpar Lombok sebagai lembaga pendidikan Negeri berskala Nasional dengan Visi berstandar Internasional, berkedudukan di Kota Praya Lombok Tengah, memiliki tugas yang berat diberikan oleh Kementerian Pariwisata dalam menciptakan SDM Pariwisata yang profesional dan kompeten di bidang pariwisata.

Oleh karena itu, Poltekpar Lombok bukan hanya berperan dan bertanggung jawab dalam meningkatkan SDM mahasiswa, tapi juga berbagai lapisan masyarakat yang berkaitan dengan pariwisata. Sejauh ini, Poltekpar Lombok telah menyelenggarakan delapan kegiatan serupa. Selain di Kuta Mandalika, kegiatan peningkatan kompetensi SDM juga dilakukan di Labuan Bajo NTT dan kawasan lainnya.

Baik Poltekpar Lombok maupun Asosiasi Hotel Mandalika bersama-sama memiliki keinginan untuk membuat Mandalika menjadi satu destinasi yang tidak hanya dikenal sebagai destinasi yang diminati tanpa kualitas. Artinya, bukan hanya fasilitasnya saja yang dibenahi, namun juga pelayanan, hospitality, dan SDMnya perlu ditata dengan baik.

“Dilihat dari segi fasilitas, Mandalika sedang mengalami perkembangan. Namun jika tidak diimbangi dengan kualitas SDM yang juga turut berkembang, maka kita akan ketinggalan,’’ ujar Lyly Mac Donald, General Manager Pipe Dream Villas Resort Kuta.

Sementara itu, di hari berikutnya (8/9) kegiatan pelatihan tersebut dilanjutkan dengan 50 peserta aktif dari pengelola homestay dan pedagang asongan. “Kita perlu benahi kualitas pelayanan pengelola homestay dan pedagang asongan. Hospitalitynya perlu ditingkatkan agar tidak terkesan memaksa wisatawan untuk membeli,” jelas Farid Said, Pembantu Direktur 1 Poltekpar Lombok.

Kadispar Loteng, Lalu Mohammad Putria, membuka acara dengan penekanan kepada peningkatan kompetensi pelayanan pengelolah homestay dan pedagang asongan harus mampu mencitrakan kesan Budaya Sasak.

Selain dari Poltekpar, narasumber-narasumber yang didatangkan langsung dari asosiasi dan pelaku usaha wisata sehingga benar-benar mengetahui kebutuhan di lapangan. Ke depannya Poltekpar Lombok dan Asosiasi Hotel Mandalika akan terus berkoordinasi, bersinergi, dan bekerjasama dalam pengembangan SDM. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan. Mengingat kebutuhan akan Sumber Daya Manusia pariwisata yang profesional dan kompeten ke depannya. (cr-ela)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks