alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Gelar Lombok Tabex November Mendatang

MAHASISWA Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Poltekpar Lombok akan menggelar kegiatan praktik. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi penajaman kompetensi dan keterampilan mahasiswa Prodi UPW semester tujuh sebelum menyelesaikan studi Diploma 4. Kegiatan bertajuk Lombok Tabex atau Table Top and Travel Exhibition menjadi ajang pertemuan antara seller dan buyer domestik yang sudah ‘menjual’ Lombok selama ini. Nama Tabex sendiri diambil dari budaya sasak yakni Tabeq yang berarti permisi dalam Bahasa Indonesia. Tabeq mencerminkan kesopansantunan masyarakat Sasak.

Pelaksanaan kegiatan tersebut direncanakan di Hotel Astoria pada 1-3 November 2019 mendatang dengan sejumlah rangkaian kegiatan. Seluruh biaya kegiatan ini khususnya untuk mendatangkan buyers dari luar NTB sepenuhnya dari anggaran praktik mahasiswa Prodi Usaha Perjalanan Wisata Poltekpar Lombok.

Sesuai namanya, inti kegiatan yakni Table Top dimaksudkan untuk menarik buyer untuk membeli produk wisata dari seller yang terdiri dari beberapa Travel Agent Lombok. Kemudian kegiatan Exhibition berupa pameran yang diisi oleh Tour Provider dan sejumlah Supplier.

Di sesi Table Top akan dijalankan dengan konsep ‘B to B’ (Bussiness to bussiness) dengan mengundang 50 buyers dari berbagai Provinsi di Indonesia. Seperi Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Bali, Yogyakarta, dan Jawa Timur, dengan 25 seller dari Provinsi NTB.

Sementara itu pada sesi Exhibition, akan disiapkan 12 booths yakni kios kecil yang digunakan sebagai tempat memamerkan barang dagangan ataupun sebagai tempat hiburan. “Sebanyak 12 booths tersebut akan ditempati oleh tujuh suppliers, dengan rincian tiga booths Desa Adat Wisata, satu booth untuk Dispar NTB, dan satunya lagi untuk ITDC,” terang Endang Sri Wahyuni selaku Ketua Program Studi Usaha Perjalan Wisata.

Pada hari pertama kegiatan, panitia akan melakukan transfer in atau penjemputan para peserta buyer di pelabuhan dan bandara. Selanjutnya para peserta akan mengikuti rangkaian acara berupa welcoming dinner yang akan dilangsungkan di Roof Garden Hotel Lombok Astoria.

Di hari berikutnya, kegiatan Table Top dilangsungkan di lumbung satu dan dua Hotel Lombok Astoria, untuk selanjutnya diarahkan menuju kegiatan Exhibition yang berlangsung di Roof. Keduanya belangsung selama setengah hari. Kegiatan dilanjutkan dengan dilaksanakannya half day tour menuju Desa Adat dan Kuta Mandalika. Di hari terakhir, para peserta diberikan free time hingga waktunya check out dan transfer out ke bandara.

Endang melanjutkan, sebagai upaya untuk memenuhi dan menyukseskan praktik mata kuliah tersebut, Poltekpar Lombok mengawali dengan berkoordinasi dan mengundang Ketua DPD ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka. Dewantoro mengunjungi Poltekpar bersama Supratman Samsi selaku Humas ASITA NTB. Pada final meeting yang telah digelar, DPD ASITA NTB memberikan arahan teknis kepada tim panitia.

“Kami juga mendengarkan saran terbaik dan sudut pandang ASITA agar capaian pembelajaran dapat diraih secara maksimal. Sehingga tidak hanya berdampak untuk mahasiswa dan institusi, tetapi juga diharapkan berdampak pada meningkatnya wisatawan datang ke NTB” jelas Endang.

Ditambahkan, mahasiswa pada akhir kegiatan akan dievaluasi oleh pengampu mata kuliah untuk diberi nilai sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kegiatan ini murni sebagai praktik mata kuliah yang tidak dikomersialkan. Kendati terdapat sponsor, nantinya akan diaudit untuk dapat dipertanggungjawabkan.

Fahmi Muzhar, Project Manager kegiatan Tabex mengatakan bahwa persiapan sudah mencapai tahap finishing. “Sejauh ini hanya tinggal menunggu konfirmasi buyer dan saat ini sudah mencapai setengah kuota,” ujarnya.

Ditanya terkait harapannya dengan pelaksanaan kegiatan Tabex, Fahmi menyampaikan agar kegiatan tersebut dapat berjalan sesuai dengan harapan seluruh pihak yang ikut serta. “Dari kegiatan ini kami tentunya ingin turut berpartisipasi dalam membangkitkan kembali semangat pariwisata Lombok yang sempat redup diterpa oleh bencana tempo lalu. Selain itu, sebagai mahasiswa sekaligus insan pariwisata, kami mengharapkan agar pariwisata Lombok semakin maju dan jadi yang terdepan,” tutupnya. (ela)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks