alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Lombok Harus Gencar Halal Tourism

SEBAGAI lembaga tinggi pendidikan vokasi di bidang pariwisata, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok aktif  mengikuti berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kepariwisataan. Poltekpar Lombok menjadi lembaga penting dalam membangun Lombok di sektor pariwisata. Terlebih saat ini Lombok sedang gencar untuk mengedepankan pariwisata halal, dimana Poltekpar mempunyai peran penting di dalamnya.

Wakil Direktur Poltekpar Lombok Farid Said mendapat kesempatan hadir dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 yang dilangsungkan pada 12-16 November 2019 di JCC Senayan, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 300 peserta dengan narasumber dari berbagai Negara. Di antaranya Singapur, Belanda, Taiwan, Itali,  Afganistan, Amerika Serikat, dan Khazakstan.

Pada hari keempat rangkaian ISEF, Jum’at (15/11), dilangsungkan International Summit and Conferences dengan salah satu agenda yaitu Indonesia Halal Tourism Conference (IHTC). Konferesnsi ini diinisiasi oleh Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) di Cendrawasih Room, JCC Senayan.

Dalam IHTC digelar diskusi panel dengan tema Expanding and Growing Your Business in Halal Tourism Industry, dengan narasumber Direktur Bisnis SME & Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati; CEO CrescentRating GMTI Mastercard, Fazal Bahardeen; Vice President Market Management Accommodation Traveloka John Safenson; dan Ketua PPHI, Riyanto Sofyan.

Pada kegiatan tersebut membahas mengenai potensi populasi muslim di dunia yang sangat besar, yakni sekitar 1,8 miliar. Hal ini menjadikan potensi pasar muslim sama dengan potensi pasar di Republik Rakyat Cina. Selain itu juga dibahas perubahan teknologi komunikasi dan transportasi. Perubahan tersebut kemudian mempengaruhi gaya hidup di dunia. Dalam perjalanan wisata saat ini banyak melibatkan kelompok usia muda dan kaum perempuan sebagai faktor penting dalam gaya wisata dunia.

Alam Indonesia yang memiliki sekitar 17 ribu pulau dengan sekitar hampir 200 juta penduduk muslim merupakan destinasi paling potensial bagi pariwisata halal dunia. Pada penghargaan Global Moslem Travel Indeks 2019, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia tahun 2019 mengungguli 130 destinasi dari seluruh dunia. Menurut GMTI, potensi wisata halal dunia akan tumbuh hingga USD 300 juta hingga lima tahun ke depan.

Sebagai perintis dan central of Halal Tourism, Lombok tentunya juga harus gencar mengembangkan Halal Tourism. “Kalau provinsi atau negara lain sudah bergerak memajukan pariwisata halal, bagaimana dengan Lombok? Tentunya Lombok juga harus lebih gencar lagi agar tidak kalah dengan yang lainnya,” tukas Farid.

Melalui kegiatan ini tentunya diharapkan Poltekpar Lombok dapat memajukan pariwisata di Lombok serta mengedepankan Halal Tourism. Sehingga Lombok tidak hanya bersaing dengan Provinsi lainnya, namun juga dapat berdaya saing global. Hal ini sesuai dengan visi misi Poltekpar Lombok sebagai Institusi Pendidikan berstandar Internasional. (ela)

Berita sebelumyaMahasiswa PKL ke Tana Toraja
Berita berikutnyaByarpet Bikin Mumet
- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks