alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Sebar Dosen ke Luar Negeri

PRAYA-Poltekpar Lombok sangat serius mengedapan kualitas dan kapabilitas seluruh elemen civitas kampus.

Bentuk keseriusan itu, salah satunya mengikuti Vocational Leadership Training Program yang diselenggarakan di berbagai kampus Politeknik di sejumlah seperti Singapore, Taiwan, dan Australia.

Kegiatan Vocational Leadership di Taiwan berlangsung di Chaoyang University of Tecknology (CYUT) pada 23-29 Juni 2019 silam. Diikuti 12 orang tenaga dosen, kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali informasi dan untuk mendapatkan pengetahuan baru khususnya pendidikan vokasional.

I.A.Y Sari Dewi Utami Pidada, salah satu dosen yang mengikuti kegiatan menjelaskan, selama kegiatan di sana para dosen belajar banyak hal terutama berkaitan dengan meningkatkan kreativitas. “Kami mempelajari bagaimana pariwisata andalan di sana. Kami juga menemukan bahwa setiap saat mahasiswa Taiwan selalu berpacu dengan kreativitas,” jelas Dewi.

Dewi menambahkan, para dosen yang mengikuti training juga diasah kreativitasnya. Mulai dari mengolah sebuah produk agar memiliki daya jual yang tinggi. Menambah teman, wawasan, dan bagaimana agar bangga dengan produk lokal sendiri. Serta mengetahui strategi target pasar dan branding. “Untuk mengasah kreativitas, kami di sana belajar membuat makanan. Seperti bubble tea, kopi, dan teh,” ceritanya.

Selama satu minggu di Taiwan, kegiatan lima hari pertama berlangsung di dalam kelas. Sementara hari yang lainnya diagendakan untuk berkunjung langsung ke industri. Beberapa tempat yang dikunjungi antara lain City Hotel, Resort, Desa Wisata, hingga Pasar Malam. Dalam kegiatan touring tersebut dilakukan perbandingan dengan tempat-tempat yang ada di Lombok. “Kami belajar bahwa kalau ingin menjadi destinasi wisata yang bagus, harus ada akses, sarana dan prasarana yang memadai. Itu yang utama,” jelas Dewi.

Sebagai output kegiatan, para dosen memiliki logbook yang disesuaikan dengan jurusan masing-masing. Logbook tersebut kemudian menjadi bahan ajar di kelas. Dewi mengatakan selain buku, experience dosen juga dapat menjadi referensi untuk mahasiswa. “Karena kita sebagai orang pariwisata, paling tidak memberikan pengetahuan ke mahasiswa seperti memberikan pengalaman bagaimana traveling ke luar negeri,” tambahnya.

Sedangkan, kegiatan Vocational Leadership yang berlangung di Republic Polytechnic in Singapore pada 21-28 Juli lalu merupakan kali kedua dilaksanakan. Sebelumnya, pada tahun 2018 kegiatan serupa telah dilakukan sebagai kegiatan perdana. “Sebelumnya hanya leadership program dan diikuti dosen saja, tapi kalau sekarang ditambah ada vokasionalnya juga. Jadi lebih spesifik ke hospitality dan diikuti oleh sejumlah faculty members sejumlah 12 orang,” ujar Endang Sri Wahyuni, Team Leader training program Singapore, Kamis (15/08).

VISITASI: Peserta training mengunjungi Lab Mice Republic Polytechnic in Singapore bersama Mr. Lennie Sim (paling tengah), Jumat (26/7).

Ditambahkan, pada pelaksanaan tahun ini diawali dengan penandatangan MoU antara Politeknik Pariwisata Lombok dengan Republic Polytechnic in Singapore. Penandatanganan MoU ini menandakan akan terselenggaranya kerja sama berkesinambungan ke depannya. Sehingga vokasional training di Republic Polytechnic in Singapore akan kembali dilakukan di tahun-tahun berikutnya.

Setelah dilaksanakan agenda penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan. Mulai dari kegiatan pemecahan masalah dengan diskusi, belajar pengelolaan makanan dan minuman, analisis customer service, mengajar dengan teknologi, lab mice, dan update tentang industri pariwisata. “Setiap hari selama kegiatan berlangsung kami belajar banyak dari Republic Polytechnic in Singapore. Terutama mengenai pemecahan masalah dengan diskusi,” kata Endang.

Kemudian selanjutnya Vocational Leadership di Australia berlangsung di Melbourne Polytechnic pada 28 Juli sampai 4 Agustus 2019. Agenda awal kegiatan berupa pengenalan kampus Melbourne Polytechnic. Lalu dilanjutkan dengan penjelasan kerja sama luar negeri yang dilakukan oleh Melbourne Polytechnic yaitu sebanyak 27 negara, termasuk Poltekpar Lombok.

PRAKTIK: Seluruh peserta mengikuti praktik sistem reservasi hotel di Ruang Lab Melbourne Polytechnic bersama trainer Ibu Pania (baju merah), Selasa (30/7).

“Kami dikenalkan pendidikan vokasional yang berdasarkan sertifikat diploma sampai level VIII. Sehingga harapannya kita dapat mengimplementasikan sistem tersebut di Poltekpar Lombok,” ujar Sultan Hali, salah satu dosen yang mengikuti kegiatan di Australia tersebut.

Berbeda dengan training di Singapore dan Taiwan, di Negara kanguru ini lebih banyak dilakukan kegiatan field trip. Salah satunya yaitu berkunjung ke Flamington yang merupakan lapangan pacuan kuda. Pada saat itu berlangsung event tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Melbourne. “Kami belajar bagaimana manajemen event. Baik frontstage maupun backstage. Misalnya bagaimana chef bekerja dan bagaimana tim Tata Hidang menyajikan makanan,” terang Hali.

Pada akhirnya peserta yang belum vokasional, pada Vocational Leadership Training Program ini dapat mengembangkan kapasitas dirinya sehingga berpengaruh pada meningkatnya kinerja saat bekerja. Kemudian berbagai pengalaman dan wawasan baru tersebut diharapkan dapat diterapkan secara bertahap di Poltekpar Lombok. (cr-ela)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks