alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Mahasiswa Memiliki Inkubator Bisnis

PRAYA-Selain mengajarkan mahasiswa tentang teori serta praktikum, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok juga menerapkan proses dukungan bisnis terhadap para pelajarnya. Dua program studi yang terdiri dari Seni Kuliner dan Tata Hidang, sudah menerapkan inkubator bisnis tersebut, dengan menyediakan food truck sebagai sarana.

‘’Kami sering mendapat undangan oleh beberapa event besar untuk berpartisipasi,” ungkap Rida Iswati, salah satu dosen Program Studi Seni Kuliner.

Mahasiswa difasilitasi bahan-bahan makanan serta minuman yang siap diolah, selanjutnya mereka menghidangkan hasil produk, layaknya pengusaha kuliner. “Kalau untuk partisipasi kegiatan event, masyarakat dipersilahkan untuk mencicipi produk yang disajikan secara gratis. Sebab semua fasilitas disediakan oleh kampus, tugas mahasiswa hanya mengolah dan belajar berwirausaha secara langsung,” tambah Rida.

Inkubator bisnis Poltekpar Lombok memiliki dua tujuan, bisnis dengan persentase 65 persen dan sosial 35 persen. Tujuan bisnis, diharapkan mampu mengasah kreatifitas mahasiswa, dalam mengolah makanan serta minuman yang akan disajikan dalam event-event pariwisata serta car free day. Tentunya hal tersebut mampu membentuk jiwa kewirausahaan sejak dini bagi mahasiswa.

Kemudian tujuan sosialnya, mahasiswa mampu bersosialisasi secara langsung dengan masyarakat dalam beberapa kegiatan. Misalnya seperti saat terjadi bencana gempa di Lombok, mahasiswa menyediakan olahan makanan dan minuman yang mereka buat, untuk para korban. Selain itu, kegiatan ini juga kerap kali dilakukan saat acara promosi Poltekpar dan acara keagamaan, seperti menyajikan 1000 porsi takjil di Bulan Ramadan lalu.

Tidak hanya belajar bisnis lewat fasilitas kampus, namun sudah banyak mahasiswa yang membuat produk kulinernya sendiri. ‘’Mereka menjualnya dengan membuka lapak, dan ada juga yang menjualnya secara online. Mulai dari olahan keripik keong, brownis tahu, serta berbagai macam produk kreatif lainnya,’’ Kata Hastuti Nurhayati, selaku Kepala Laboratorium Seni Kuliner Poltekpar Lombok.

Wakil Direktur Poltekpar Lombok Farid Said mengatakan, selain memiliki visi dan misi untuk menghasilkan tenaga profesional dan kompetitif, Poltekpar Lombok juga menargetkan lulusan mahasiswanya mampu berwirausaha, di bidangnya masing-masing.

Bahkan Menteri Pariwisata juga sudah memberikan intruksi, terhadap keenam Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP), bahwa setiap tahunnya sepuluh persen dari alumni harus mampu menjadi wirausahawan di bidang pariwisata.

‘’Jadi, mahasiswa yang orang tuanya memiliki bisnis seperti homestay, restaurant, dan lain sebagainya, akan kami kumpulkan untuk mendapatkan materi pembekalan. Begitu juga dengan mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai bakat serta minat dalam berbisnis,” jelasnya. (lrs/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks