alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Datangkan Kitchen Expert dari Swiss

Poltekpar Lombok mendatangkan Alfred Gafner, Kitchen Expert dari Swiss pada Selasa (9/3) lalu. Tujuannya adalah untuk memberikan asistensi kepada staf pengajar Program Studi Seni Kuliner, agar laboratorium dapur di kampus tersebut mampu berstandar Internasional.

“Acuan perhotelan khususnya bidang kuliner itu memang dari Swiss. Jadi kedepannya dia akan memberikan pengarahan di lab dapur kampus Poltekpar Lombok. Mulai dari layoutnya, kebersihannya, alurnya, dan berbagai hal lain sesuai standar Internasional,” jelas Farid Said, Wakil Direktur Poltekpar Lombok.

Ditemui Sabtu (14/3) lalu, Farid menjelaskan kedatangan Kitchen Expert tersebut atas permintaan khusus dari Poltekpar Lombok kepada STED. STED sendiri merupakan Proyek Pengembangan Pendidikan Pariwisata Berkelanjutan, yang diberikan oleh Pemerintah Swiss kepada Poltekpar Lombok. Salah satu skema kerjasama yang telah berlangsung selama dua tahun antara keduanya adalah dengan mendatangkan Senior Expert.

“Setiap tahun akan selalu ada program baru yang disusun bersama. Untuk tahun ini, telah mendatangkan expert khusus kitchen. Tahun depan dan seterusnya pasti akan menghadirkan yang beda lagi,” katanya.

Kedatangan Kitchen Expert ini diharapkan dapat memberikan inovasi terbaik di Poltekpar Lombok  sesuai standar SOP  yang ada di Swiss. Sebagai contoh, jika sebelumnya mahasiswa diperbolehkan memasuki area kitchen dengan sudah menggunakan seragam cooking, saat ini sudah tidak boleh. Alur keluar masuk dapur juga akan ditata sedemikian rupa. Ada pula briefing yang harus dilakukan setiap minimal 15 menit sebelum masuk dapur.

“Ada banyak sekali perubahan positif lainnya yang akan diterapkan. Karena Poltekpar Lombok akan mencontoh bagaimana menjaga agar dapur tetap steril. Sesuai standar higienis, sanitasi, dan seluruh hal lainnya harus dilakukan sesuai standar SOP di Swiss dengan arahan langsung dari Mr. Alfred,” kata Farid.

Sebagai tindak lanjut dari aktifitas tersebut, bulan depan akan dilakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana progress yang  telah tercapai. Mengingat kedatangan kitchen expert tersebut berlangsung selama tiga minggu saja.

“Setelah evaluasi dan semua sudah diterpak sesuai standar, barulah lab kitchen tersebut dapat digunakan. Khususnya untuk para mahasiswa yang akan melakukan praktik di sana,” ujar Farid. (eka)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks